Surabaya — Musisi Once Mekel menghadirkan kejutan dalam gelaran Festival Kebangsaan Gema Kampus Surabaya, bagian dari rangkaian Gema Kampus Surabaya, dengan menggandeng grup band Slank serta sejumlah musisi lintas generasi dalam sebuah pertunjukan kolaboratif yang merayakan keberagaman industri musik Indonesia.
Acara yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya pada 8–9 Mei 2026 ini mengusung tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia”. Festival tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, PAPPRI, serta gerakan kebangsaan Akar Indonesia, yang digagas oleh Once Mekel bersama Ngatawi Al-Zastrouw.
Festival Gema Kampus tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif dan kreatif seperti kompetisi content creator, coaching clinic, dialog kebangsaan, hingga forum Rector’s Expressions (REx) chapter 3 yang mempertemukan rektor, akademisi, dan tokoh nasional untuk membahas sejarah serta budaya sebagai kekuatan masa depan bangsa.
Salah satu sorotan utama dalam rangkaian acara ini adalah kehadiran musisi lintas generasi seperti Alffy Rev, Novia Bachmid, dan Shanna Shannon, yang turut berbagi pengalaman sekaligus tampil di panggung festival. Pada 8 Mei, Alffy Rev juga menjadi pembicara utama dalam sesi coaching clinic content creator yang ditujukan bagi mahasiswa dan kreator muda.

Puncak acara ditutup dengan Konser Musik Kebangsaan yang menghadirkan deretan musisi seperti Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, dan Ki Ageng Ganjur, bersama Slank dan para musisi lainnya dalam satu panggung kolaboratif lintas genre dan generasi.
Menurut Once Mekel, festival ini dirancang untuk menghadirkan ruang kreatif yang lebih dekat dengan mahasiswa dan generasi muda.
“Festival ini bertujuan menyapa mahasiswa dan berbagi inspirasi, wawasan kebangsaan, serta ide kreatif di berbagai universitas,” ujarnya.
Dengan konsep yang memadukan musik, diskusi, dan edukasi, Gema Kampus Surabaya menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga memperkuat dialog kebangsaan dalam format yang lebih segar dan relevan bagi anak muda.

















Tinggalkan Balasan