Jakarta – Sekretaris LTN Nahdlatul Ulama (NU), Syafiq Alieha mengaku mendengar terkait rencana aksi lanjutan 11 Februari 2017 (112) yang digagas oleh alumni 212 dalam bentuk aksi damai jalan sehat dari Monas longmarch menuju Bundaran HI. Menurut Syafiq, aksi tersebut justru malah memperburuk suasana.
“Menurut saya itu malah memperburuk suasana. Tujuannya apa aksi itu terus digelar,” tegas Syafiq dalam diskusi merawat ke Indonesiaan bertema “Aksi 112 & Kuda Troya Demokrasi” di Warung Daun Cikini Menteng Jakarta, hari ini.
Lebih lanjut, Syafi justru mencurigai digelarnya aksi tersebut dan disinyalir untuk menggiring memelihara sentimen sehingga membawa bangsa ini semakin sulit. Di samping itu, Syafiq menilai ada unsur politik yang akan dibungkus dalam gerakan aksi tersebut.
“Ini adalah upaya-upaya politis terkait Pilkada Jakarta. Sejak awal saya kira aksi menentang Ahok ada konteks politisnya. Kalau Ahok tidak mencalonkan lagi mungkin engga ada demo seperti ini,” sebut dia.

Dikatakan dia, sikap NU berpuluh-puluh tahun berpolitik kebangsaan dan tidak melampaui batas-batas politik kebangsaan. Dia juga menganggap aksi tersebut sudah tidak relevan lagi, sebab tuntutan aksi pada 112 nanti berjalan disaat proses sidang penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini masih berlangsung.
“Era demokrasi saat ini sah-sah saja sampaikan aspirasi, tapi ini yang perlu kita pertanyakan. Ahok kan sudah di persidangkan, tidak perlu ada lagi mengadakan aksi besar. Kita hormati proses hukum, terus umat Islam mana yang mereka wakili,” tandasnya.



















Tinggalkan Balasan