Jakarta – Sikap Wakil Ketua MPR Unsur DPD Fadel Muhammad yang turun langsung ke bawah memperjuangkan warga lokal untuk bisa secara resmi melakukan penambangan di Pohuwato, Provinsi Gorontalo mendapatkan apresiasi dan acungan jempol dari elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH).

Menurut Heru Purwoko, Sekjen AMPUH, apa yang dilakukan Fadel Muhammad menjadi gambaran bagaimana masyarakat itu menginginkan pejabat sebagai wakil mereka ada bersama di tengah-tengah mereka seperti yang dilakukan Fadel Muhammad .

“Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad bisa dikatakan sangat nekat naik ke Gunung Pangi untuk meninjau lokasi pertambangan, meski aparat melarangnya karena situasi belum kondusif. Namun mantan Gubernur Gorontalo itu tidak peduli, dia tetap menemui warga di sana.” ungkapnya.

Melihat kehadiran Mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad datang, ratusan penambang menyambutnya dengan tepuk tangan suka cita. Tercatat selama pertemuan itu ada 8 kali Fadel Muhammad mendapatkan tepuk tangan yang riuh. Apalagi ketika Wakil Ketua MPR RI itu menghubungi Menteri ESDM terkait dengan Ijin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang selama ini sangat didambakan para rakyat Pohuwato, khususnya para penambang.

“Dari pembicaraan lewat telepon dengan Menteri, para penambang mendengar langsung bahwa apa yang mereka dambakan selama ini akhirnya akan terwujud.” kata seorang warga.

Percakapan itu juga lebih meyakinkan para penambang, karena dari pembicaraan Fadel dengan Menteri terdengar sangat akrab. Memang Fadel dan Menteri ESDM Arifin Tasrif satu universitas saat mereka kuliah.

Sebagai politisi yang punya latar belakang pengusaha, tentu Fadel Muhammad tahu persis apa yang dimaui pengusaha dan apa yang diharapkan masyarakat.

“Makanya ketika memimpin rapat dengan 200 penambang di Pohuwato siang tadi, ada hal hal yang menggembirakan, pertama soal ijin WPR yang segera akan kemudian pihak perusahaan harus segera melakukan ganti rugi lahan yang disebut sebagai tali asih dan proses pembayarannya sudah akan dimulai Sabtu nanti.” kata Fadel.

Fadel Muhammad sendiri yang kemudian meminta dan mendorong Pemerintah Pusat, untuk mengeluarkan Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Pemprov Gorontalo membuka Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Tujuannya agar masyarakat penambang lokal bisa melakukan aktifitas di lokasi pertambangan rakyat secara resmi.

“Ini sangat penting, sebab selama ini WPR (karena tidak resmi) sangat tidak diperhatikan, sehingga berpotensi terjadi konflik jika ada permasalahan dengan pihak tertentu dan investor luar.” kata Fadel.

Fadel Muhammad kemudian mencontohkan seperti terjadinya aksi demonstrasi yang berujung rusuh, anarkis dengan pembakaran dan perusakan kantor Bupati Pohuwato serta banyak sarana publik, pada 21 September 2023 lalu.

“Akibat mereka tidak diperhatikan sehingga membuat marah, lalu terjadi aksi demonstrasi yang sangat anarkis viral sampai ke Jakarta. Saya melihat sendiri fasilitas negara dan publik itu hancur, itu membuat saya miris dan sedih. Intinya, saya akan membantu apa yang dibutuhkan agar IPR dan WPR ini terwujud,” tegas Fadel.

Hal tersebut disampaikan Fadel Muhammad saat menghadiri dan menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Program Tali Asih Penambang Di Area Konsensi PT. GSM Dan PT. PETS Kabupaten Pohuwato, di Hotel Sunrise, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Rabu (18/10/2023).

Pada intinya, Pimpinan MPR dari Kelompok DPD Dapil Provinsi Gorontalo ini ingin mengingatkan dan menegaskan untuk membuka kesempatan masyarakat untuk bekerja. Mereka hanya ingin mencari nafkah buat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Mereka rakyat kita sendiri. Janganlah mereka menjadi korban dipinggirkan karena ada investor. Mereka butuh dibela, diayomi. Buat apa jadi pemimpin daerah, pejabat daerah kalau rakyatnya sendiri tidak diberikan kesempatan untuk bekerja,” tegas Fadel Muhammad.

Terkait Program Tali Asih, anggota DPD RI Dapil Gorontalo ini berharap pihak perusahaaan/ investor, untuk sesegera mungkin dengan menaati prosedur dan ketentuan yang ada, memberikan semua hak-hak rakyat penambang dan jangan ditahan-tahan.

Soal WPR, Fadel sempat menanyakan kepada pihak Dinas Pertambangan Provisi, mengapa mereka tidak mengurusnya selama ini, jawaban yang diperoleh mantan Gubernur itu bahwa ada yang memblok mereka di pusat, inilah kemudian Fadel langsung menghubungi Menteri ESDM, dan hasilnya Pohuwato akan mendapatkan ijin WPR.

Wakil Ketua MPR Fadel juga mengapresiasi kinerja Kapolda Gorontalo dalam hal menjaga keamanan di Pohuwato .

Rapat yang berlangsung pagi tadi, dihadiri Kapolda, PJ Gub, Wakil Bupati dan Forkopimda Pohuato. Kabinda bersama Masyarakat penambang yang jumlahnya sekitar 200 orang.

Pada kesempatan itu Fadel Muhammad memperkirakan pada 2025 nanti pihak perusahan pertambangan akan menghasilkan uang sebesar 12 Triliun sementara Pohuwato sendiri akan dapat 2,7 T, ini dana yang besar untuk Pohuwato, kalau dana sebesar itu digunakan untuk kepentingan rakyat, maka Pohuwato akan makmur. “Saya bilang pada Ibu Suharsi agar dana itu digunakan untuk bangun pertanian,” kata Fadel.

Menyikapi hal ini, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Nusantara Merah Putih (AMPUH) meminta kepada Pemerintah Pusat dalam Hal Ini Kementerian ESDM untuk segera mengeluarkan izin Pertambangan Resmi (IPR) di Powuhato Provinsi Gorontalo.

“Serta meminta kepada Pemprov Gorontalo membuka Izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).” pungkas Heru.

Temukan juga kami di Google News.