MAKASSAR – Salah satu program prioritas Pemkab Kepulauan Selayar untuk mewujudkan visi Selayar sebagai Bandar Maritim Kawasan Timur Indonesia adalah Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
“Namun ini mustahil terjadi jika transportasi udara masuk – keluar Selayar tidak lancar,” papar Wabup Saiful Arif pada media.
Wabup menjelaskan bahwa untuk transportasi darat dengan bus umum dan travel serta KM Feri yang menghubungkan antara Bira-Bulukumba dengan Pamatata-Selayar sudah relatif lancar.
“Melalui laut juga demikian, dengan adanya KM Darma Kartika yang melayani Makassar – Selayar juga sudah sangat membantu.” jelasnya.

Namun untuk transportasi udara, sejak pandemi covid-19 sampai saat ini masih terganggu.
“Pernah maskapai Wings – Lion berjanji akan melayani setiap hari mulai Juni, ternyata tidak terealisasi. Lalu rencana diubah menjadi satu kali sepekan, setiap hari Ahad, itupun tak terwujud,” jelas Wabup.
Hasil pantauan media, lebih banyak cancel (batal) nya dari pada filght (terbang) nya.
Wabup Saiful Arif mengatakan jika ini terus dibiarkan, maka bukan hanya program unggulan Selayar yang tidak berjalan, tapi kebijakan provinsi pun yang menjadikan Selayar sebagai Sentra Pengembangan Pariwisata Sulsel, tak akan terlakasana.
“Maka inilah yang menjadi pertimbangan utama bagi Pemkab Kepulauan Selayar untuk mengajukan permohonan bantuan keuangan pada pemerintah provinsi.” tutur Wabup.
Wabup Saiful Arif yang membawa Surat tersebut diterima langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, di Rujab Gubenur, Kamis (28-7), siang sesudah Launching Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi.
Gubernur Andi Sudirman menerima surat tersebut dan menyatakan, akan mempelajarinya.
“Jika tidak mungkin terakomodasi di APBD perubahan 2022, maka akan dianggarkan di TA 2023.” jelasnya.

















Tinggalkan Balasan