Sebuah perguruan tinggi jabatan Rektor , adalah jabatan yang sangat strategis layalnya Presiden sedgala kebijakan maupun kebijaksanaan berada ditangan seoramg Rektor, tidak mengherankan kalau posisi Rektor selalu menjadi rebutan dan incaran setiap orang. Kalau di Perguruan Tinggi Negeri seorang Rektor di SK Kan oleh Presiden sementara kalau di Perguruan Tinggi Swasta Posisi rector ditentukan oleh Senat Guru Besar Perguruan Tinggi Swasta tersebut.

Kampus Universitas. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) atau di singkat UPDM(B), sejatinya adalah kampus Nasionalis dan kampus merah putih yang masih tersisa saat ini, kekuatan Nasionalisme tercermin dari semangat pendirinya MayJen. Prof. Dr. Moestopo. Tentunya semangat Demokrasi dan persatuan sangat dijujung tinggi oleh seluruh individu-individu didalamnya.

Namun sangat disayang, disaat menjelang peringatan 25 Tahun Reformasi 98 dimana Kampus UPDM(B) adalah salah satu motor perjuangan Reformasi 98, dan salah satu penggagas aksi pendudukan Gedung MPR/DPR. Pada Mei 2022 ini UPDM(B) telah mencoreng semangat reformasi tersebut, dengan akan melaksanakan pemilihan Rektor melalui mekanisme yang sangat tidak Demokratis.

Pada Pemilihan Rektor ini pun tidak memberikan kesempatan kepada calon yang lain yang potensial untuk mencalonkan diri , Bahkan Sang penguasa mengultimatum bahwa calon yang akan dipilih hanya calon yang disetujui oleh Sang Penguasa.

Menariknya, sang calon Rektor pilihan ini, sebenarnya sudah menempati posisi wakil ketua pembina Yayasan, dan menempati Sang Istri pada posisi Wakil Ketua Pengurus Yayasan, serta menempatkan keluarga dan orang orang kepercayaanya (Kroni-Kroni) di posisi strategi di Fakultas… sangat KKN dan mirip dengan Orde Baru.

Sebagai alumni, saya merasa terpanggil dan untuk meluruskan Kembali mekanisme yang tidak benar ini untuk mengembalikan pada Relnya, dengan menolak secara tegas calon Rekor tunggal yang berwatak KKN ini. Saya berharap dengan semangat demokratis dan persatuan yang tumbuh di UPDM(B) marwah UPDM(B) sebagai kampus Nasionalis dengan semangat perjuangan akan tetap dikenang.

Hari Purwanto
Sekjen Alumni FEB

Temukan juga kami di Google News.