Tak berselang lama setelah terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, Yahya Tsaquf menegaskan sikapnya bahwa PBNU tidak akan mau menjadi alat politik partai apapun. Yahya ingin PBNU merangkul semua kelompok dan menjadi wadah komunikasi antar partai politik.
“Tidak boleh ada satu warna, semuanya harus bisa mendapatkan kesempatan sehingga NU sendiri bisa jadi semacam warna clearing house untuk menyepakati hal yang berbeda kepentingan-kepentingan,” ujar Yahya.
Menanggapi sikap ketum PBNU tersebut, Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan, Qonita Lutfiyah, sangat sepakat dan mendukung apa yang diutarakan oleh Gus Yahya. Menurutnya, NU memang sudah seharusnya menjadi pengayom untuk semuanya.
“Saya sangat sepakat dan mendukung sikap ketum PBNU, karena sejatinya NU memang harus menjadi wadah bagi semua dan mengayomi semua kader NU yang berkiprah di lintas partai, bukan hanya satu parta tertentu.”, ujar Qonita.
Qonita yang juga menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman III, berharap PBNU dibawah kepemimpinan Yahya Tsaquf bisa menurunkan sikapnya itu kepada jajaran pengurus NU di level Wilayah maupun Cabang. Agar mampu menjadi pengayom utama bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk diantaranya partai politik.
“Saya berharap sikap Gus Yahya mengenai NU dan Partai Politik bisa di deliver ke pengurus NU di level Wilayah maupun Cabang. Agar kedepan, NU di setiap level kepengurusannya bisa menjadi Main Protector bagi semua elemen masyarakat, termasuk partai politik.”, ucap Qonita.
Diakhir wawancara, sebagai bagian dari warga NU, Qonita menyatakan keyakinannya terhadap kepengurusan PBNU mendatang, akan mampu membawa NU pada puncak kejayaannya. NU akan lebih mandiri di segala aspek, ekonomi, sosial, maupun Politik.
“Saya yakin, kepengurusan PBNU yang baru ini akan mampu membawa kejayaan NU. InsyaAllah kedepan NU akan mandiri secara ekonomi, sosial, dan politik, mudah-mudahan.”, ujar Qonita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan