by

Demi Efektivitas Penanggulangan Covid-19, GMNI Dukung PPKM Diperpanjang

-Polhukam-3,630 views

Mataram – Pemerintah masih merasa perlu memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) NTB, Al Mukmin Betika. Ia menilai bahwa upaya penanggulangan pandemi Covid-19 perlu kerja bersama semua elemen masyarakat.

“Ayo gotong royong sembuhkan bangsa ini dari Covid-19,” kata Al-Mukmin dalam dialog publik di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (16/8/2021).

Ia juga mendukung pemerintah dalam melanjutkan PPKM di tengah situasi pandemi yang masih belum terkendali. Karena saat ini yang paling utama adalah bagaimana memfokuskan energi untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Hanya saja, PPKM juga tidak boleh hanya sekedar melakukan pembatasan-pembatasan kegiatan sosial, akan tetapi yang lebih esensial adalah bagaimana budaya penerapan protokol kesehatan bisa dipatuhi oleh semua masyarakat khususnya di NTB.

“Kita lanjutkan PPKM, efektifkan PPKM dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” tuturnya.

Polri butuh dukungan publik

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda NTB Irjen pol Muhamad Iqbal membenarkan bahwa perlawanan terhadap Covid-19 tidak bisa dilakukan berdasarkan kelompok maupun individu, akan tetapi perlu kekompakan dan peran aktif semua elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Kebersamaan sangat penting untuk menjaga Kamtibmas di NTB. Konstruksi sosial yang harus dibangun dengan cara bersama, kegotong royongan itu adalah hal utama dalam menjaga negara ini,” kata Irjen Pol M Iqbal.

Ia juga mengapresiasi masukan dan kritikan kepada pemerintah dan para pemangku kebijakan oleh kalangan masyarakat. Hanya saja, ruang-ruang demokrasi yang difasilitasi negara juga digunakan dengan cara-cara yang bijak dan tepat. Sehingga tujuan dari kritik tidak melenceng menjadi persoalan yang tidak etis apalagi berpotensi mengarah ke pelanggaran pidana.

“Pemuda mewarnai negara karena ada tiga peranan pemuda yang diharapkan, yakni fungsi kontrol yang diharapkan sebagai fungsi utama dalam mengawal semua kebijakan pemerintah yang ada. Dan hari ini dibuktikan bahwa demokrasi itu ada di tengah masyarakat,” tuturnya.

Perwira tinggi polri berpangkat bintang dua di pundaknya itu mengajak semua Mahasiswa di NTB khususnya, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Karena hanya cara itu kunci terbaik mencegah menularan virus korona semakin meluas.

“Covid -19 belum ada obatnya, dan yang penting dilakukan adalah proses 3 M harus tetap diperhatikan,” ujarnya.

Terakhir, ia juga mengedukasi masyarakat melalui kalangan pemuda dan mahasiswa yang hadir dalam forum dialog interaktif tersebut, bahwa PPKM adalah upaya pemerintah pula dalam mengendalikan pandemi. Aktivitas masyarakat dibatasi agar potensi penularan tidak semakin melebar.

“PPKM yang dilakukan adalah hal penting untuk mencegah penularan COVID-19, mobilisasi masa harus ditekan karena itu PPKM jalan terbaik yang dilakukan. PPKM darurat, PPKM level adalah strategi yang paling baik dilakukan,” tandasnya.

“Harus optimis bahwa negara RI akan mampu melawan virus Covid-19, dengan semangat PPKM dan taati prokes COVID-19,” pungkasnya.

Covid menurun, tapi prokes jangan kendur

Dalam dialog publik tersebut, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri. Ia menyebut bahwa memang tren kasus penularan Covid-19 di wilayahnya cenderung menurun. Akan tetapi ia meminta kepada semua masyarakat agar tidak abai dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Satu hal yang harus dipahami dan dijalankan adalah prokes COVID, yakni terapkan 3 M, itu harus. Namun, masih banyak masyarakat kita yang abai terhadap prokes ini,” kata dr Lalu.

Kemudian tentang vaksinasi, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat sampai pemerintah daerah sedang berupaya keras untuk mempercepat target penyuntikan vaksin Covid-19 demi tercapainya herd immunity.

Tidak hanya vaksinasi saja, pembatasan mobilitas masyarakat juga terus digalakkan. Tujuannya adalah satu, bagaimana pandemi Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Berbicara secara strategi dan vaksinasi sudah dilakukan oleh pemerintah, strategi yang sekarang sedang dilakukan adalah PPKM juga merupakan strategi nasional yang cukup membawa dampak baik,” jelasnya.

Pun demikian, ia berharap peran aktif pemuda dan mahasiswa untuk ikut membantu mengedukasi masyarakat agar mau berupaya bersama menanggulangi pandemi Covid-19. Mulai dari patuh terhadap protokol kesehatan hingga vaksinasi.

“Memang ada pembatas terhadap ruang gerak publik, namun ternyata tidak segampang yang diharapkan. Tapi, kita sedang berdampingan dengan COVID, hal inilah yang membuat virus covid itu harus dihadapi dengan prokes terutama memakai masker,” tuturnya.

Comment

News Feed