by

Hentikan Neo PKI, Imam Besar FPI Habib Rizieq: Makzulkan Jokowi & Bubarkan PDIP !!

-Polhukam-11,814 views

JAKARTA – Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) menyoroti munculnya kebangkitan Neo PKI melalui penyusupan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) maupun menempatkan kader-kader berpaham komunis di lembaga negara.

Hal itu ia utarakan dalam diskusi virtual bertemakan “Umat Islam Menggugat Haluan Ideologi Pancasila”, yang dikutip gelora.co pada Selasa (9/6/2020).

Habib Rizieq menyebut Presiden Jokowi memberikan andil besar dalam kebangkitan Neo PKI. Jokowi dengan sadar memberikan jabatan publik yang vital kepada komplotan Neo PKI, seperti menempatkan Iman Brotoseno yang jelas-jelas pembela PKI menjadi Dirut TVRI. Padahal TVRI adalah alat propaganda yang paling efektif, sehingga PKI akan lebih leluasa menjalankan agendanya.

Selain itu, gerakan yang sangat struktural yaitu memasukkan generasi muda neo PKI dalam anggota panja RUU HIP.

Kata HRS, disadari atau tidak, Jokowi dan PDIP telah menjadi pintu emas bagi kebangkitan PKI.

“PDIP sudah menjadi sarang generasi Neo PKI”, ujarnya.

Oleh karenanya, untuk menyetop agenda kebangkitan PKI secara total, HRS menegaskan jalan satu-satunya yaitu dengan melengserkan Jokowi dari kursi presiden.

“Menurut pendapat saya pribadi jalan yang paling tepat menghentikan PKI adalah makzulkan Jokowi dan bubarkan PDIP,” kata HRS.

Ia menegaskan memakzulkan Jokowi dan membubarkan PDIP hanya pendapat pribadi dan tidak terkait dalam diskusi “Umat Islam Menggugat Haluan Ideologi Pancasila”

HRS juga menyebut PKI selalu menjual nama besar Bung Karno untuk mengelabui masyarakat, seolah-olah mereka pengagum Bung Karno padahal mereka hanya ingin menunggangi nama Soekarno dalam rangka kebangkitan kembali.

RUU HIP menurut HRS bukan membangun ideologi Pancasila sebagaimana mestinya tapi malah merusak Pancasila, bahkan menjadikan Pancasila sebagai berhala yang bertentangan dengan agama. RUU HIP berpotensi mengembangkan ideologi anti agama seperti komunisme, marxisme dan leninisme yang sudah sejak lama dilarang di Indonesia.

Comment

News Feed