JAKARTA – Sekjend Jaringan aktivis Indonesia Donny Manurung mengingatkan pepatah yang mengatakan bahwa orang-orang yang bekerja di balik layar adalah sesungguhnya yang patut untuk di waspadai. Hal itu condong pada sosok Kapolda Metro Jaya yang baru yakni Irjen Pol Nana Sujana.

“Nama Irjen Pol Nana Sujana mungkin terasa asing bagi kita. Sebab, latar belakang mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu bekerja di balik layar, yakni bidang intelijen dan keamanan (intelkam) di Korps Bhayangkara. Wajar saja jika nama beliau kurang populer karena latar belakangnya yang bekerja di balik layar, tetapi inilah yang sangat kita perlukan sosok seperti Irjen Pol Nana Sujana muncul ke permukaan dan menjaga ibukota sebagai Etalase RI,” ungkap Donny, hari ini.

Dia mengatakan bahwa Jakarta sebagai Ibukota adalah tempat perputaran investasi yang sangat besar. Jika kondisi Jakarta tidak dijaga oleh orang tepat maka akan sangat berpengaruh terhadap iklim investasi, jika iklim investasi di anggap buruk karena masalah keamanan dan kondusifitas maka akan menjadi efek domino bagi seluruh daerah karena Jakarta adalah etalase RI.

“Karena perlu diketahui bahwa pak Nana Sujana adalah pelaku langsung saat reformasi dan pasca reformasi dan mengawal Ibukota dari zaman reformasi, pasca reformasi dan dalam Kabinet Kerja I (Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla),” tukasnya.

Untuk diketahui, Desember ini warga Jakarta di kejutkan dengan kabar mutasi Kapolda Metro Jaya dari Irjen Pol Gatot ke Irjen Pol Nana Sujana yang sebelumnya menjadi Kapolda NTB.

Temukan juga kami di Google News.