Depok – Ikatan Keluarga Mahasiswa Depok atau IKMD melakukan kunjungan ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di kecamatan Cipayung untuk membuat film documenter soal pengelolaan sampah yang tidak baik yang menghasilkan tumpukan sampah dengan volume yang sangat besar, Jum’at (25/10/2019).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam hal kritikan terhadap pemerintah Kota Depok yang dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah pengelolaan TPA.

Hari ini pengelolaan sampah menjadi permasalahan yang konkrit di kota depok dan menjadi fokus utama bagi mahasiswa depok untuk melakukan kontrol agar pemerintah tidak main main atas masalah ini.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Sekjend IKMD, Verdiansyah, bahwa sampah yang tertumpuk membuat aroma yang tidak sedap di cium oleh masyarakat umum, dan pasti akan berdampak kepada masyarakat sekitar.

“Karena banyaknya sampah yang tertumpuk dan tidak dikelola secara maksimal, menimbulkan aroma yang tidak sedap dan akan berdampak kepada kesehatan warga sekitar,” ungkapnya.

Ada hal yang menarik setelah beredar video documenter tersebut di publish dan diviralkan, yaitu pihak pengelola TPA melakukan penutupan gunung sampah tersebut dengan kain putih. Hal ini mengundang Tanya segenap aktifis mahasiswa Depok, apakah ini bentuk dari tata cara pengelolaan, ataukah hanya spekulasi agar Depok lagi-lagi mendapat penghargaan Adipura dari pemerintah pusat.

“Proses penutupan sampah dengan kain putih itu bagian dari tata cara pengelolaan sampah atau hanya spekulasi pemkot saja? Karena kami menilai pemkot terlalu reaksioner atas kritikan soal sampah dan memaksakan diri untuk mendapat penghargaan adipura,” ujarnya lagi.

Kemarin, pada saat bertepatan dengan sumpah pemuda, film dokumenter yang kami buat mengusung tema save bumi, hal ini kami lakukan atas kesadaran bersama untuk menjaga bumi yang kita tempati dan atas banyaknya keresahan masyarakat soal kebersihan lingkungan hidup.

IKMD berkomitmen untuk terus mengawal pemerintahan kota Depok dalam upaya penyelesaian persoalan sampah. Tak hanya itu, mereka juga menjadikan film tersebut dengan membawa tiga tuntutan, yaitu:
1. Mendesak Pemerintah Kota Depok untuk Cepat Menyelesaikan Persoalan TPA yang Tidak Diurus dengan Baik.
2. Menuntut Visi-Misi Pemerintah Kota Depok yang Sampai Saat Ini Kami Nilai Belum Terealisasi.
3. Meminta Agar Lingkungan Kota Depok Harus Bersih dan Nyaman.

Temukan juga kami di Google News.