Jakarta – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu elemen bangsa yang menjadi cikal-bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya ingin ingatkan bahwa NKRI dideklarasikan oleh komponen utama, yakni para laskar yang jadi cikal-bakal (adanya) TNI-Polri. Kemudian seorang nasionalis Soekarno-Hatta, selanjutnya adalah (kelompok) Islam moderat. Yang paling utama adalah NU. Tidak berlebihan jika NU saya sebut pendiri NKRI,” tegas Kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat menghadiri acara di PBNU, Minggu (27/11/2016).
Dijelaskan dia, pasca berdirinya NKRI pada tanggal 17 Agustus 1945 lalu, dan hingga sampai saat ini bangsa Indonesia masih mendapatkan cobaan dan serangan dari kelompok lain. Mulai dari pemberontakan kelompok komunis PKI, dan berbagai gejolak politik lainnya. Segala cobaan tersebut bertujuan untuk merebut kedaulatan NKRI sendiri.
Maka itu, mantan Kapolda Metro Jaya itu mengajak seluruh masyarakat khususnya warga Nahdliyyin, untuk tetap menjaga kedaulatan bangsa dan negara seperti harapan para pendiri bangsa dan organiasi NU ini. Sebab, kata Jenderal bintang empat itu tidak bisa sendiri-sendiri namun seluruh unsur dan elemen bangsa harus satu tujuan dan saling bersatu padu.

“Kita harus jaga kebersamaan, kita tidak mampu sendiri. Semua unsur harus bersatu padu dan jangan sampai kita di gerogoti,” tuturnya.
Lebih lanjut, Tito pun menilai sebagai negara yang mayoritas bangsanya beragama Islam, seharusnya Indonesia mampu menjadi contoh dan barometer Islam di seluruh dunia, sehingga masyarakat muslim di seluruh lapisan dunia bisa berkiblat ke masyarakat muslim Indonesia.
“Kami dari Polri sangat siap bekerjasama dengan NU yang jaringannya sangat besar. Kalau dipadukan dengan Polri, ini sangat luar biasa dan NKRI bisa kita selamatkan,” tandasnya.



















Tinggalkan Balasan