Khilafatul Muslimin Bergerak Tersembunyi, Kapolda Metro Jaya : Kami Siap Selesaikan!

Nasional3,608 views

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil memaparkan hasil penyelidikan terhadap ormas Khilafatul Muslimin. Ormas pimpinan Abdul Qadir Hasan Baraja itu, diduga kuat mensamarkan aksi pelanggaran hukum melawan ideologi negara lawat cara tersembunyi.

Bahkan, Khilafatul Muslimin, telah membangun suatu sistem pertukaran uang dan jasa, serta sistem pendidikan yang terkait dengan ideologi khilafah.

“Kejahatan tersebut bergerak di bawah bayangan dan kegelapan, berada di sudut gelap sisi kehidupan yang tidak terawasi, berlindung dan berbaur dalam praktik-praktik sosial, politik, ekonomi, keagamaan, dan kemasyarakatan yang dikenal sebagai hidden crimes atau invisible crimes,” kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/6/2022).

Fadil menekankan, perilaku Khilafatul Muslimin bukan hanya sekadar pelanggaran hukum pidana konvensional. Namun menantang legitimasi dan kedaulatan NKRI sebagai negara demokratis yang sah.

“Saat ini ada ormas yang menggunakan sarana agama untuk menyebarkan paham khilafah. Oleh karenanya, ormas ini melanggar hukum di Indonesia dan mereka melakukan propaganda untuk mengajak masyarakat mengikuti paham mereka,” jelas Kapolda.

Menurut Fadil, perlu kesadaran kolektif dari semua anak bangsa secara bersama dengan teliti, lihai dan cermat dalam menjaga komitmen kebangsaan.

Bahkan Polri pun bakal membongkar dan proses hukum semua gerakan kejahatan tersembunyi Khilafatul Muslimin sampai pada akar-akarnya.

“Kami semua sepakat bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran hukum, ormas manapun. Apalagi kejahatan yang melawan ideologi negara, maka kami akan sungguh-sungguh menyelesaikannya,” tutup Fadil

Dalam kegiatan konferensi pers terkait dengan kelompok Khilafatul Muslimin ini, turut hadir Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto, perwakilan dari Kemendikbudristek, Muhammadiyah DKI Jakarta, MUI DKI Jakarta, PWNU DKI Jakarta, Kemenag RI, PPATK, BNPT, dan Dir Krimum Polda Metro Jaya Kombes. Pol Hengki Haryadi.

Comment