Jakarta – Polemik penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, dan wacana 3 periode terus bergulir. Berbagai elemen masyarakat menyuarakan pro dan kontra. Hal ini menarik Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) untuk memberikan pandangannya.

“Dari berbagai polemik yang mencuat, kenapa Presiden sebagai eksekutif disalahkan dengan wacana perpanjangan 3 periode?”, tegasnya, hari ini melalui keterangan tertulis.

Bagi Hari Purwanto, masalah ini justru lucu karena yang berteriak justru pembantu Presiden yang menjadi bagian dari eksekutif.

“Semestinya wacana 3 periode itu muncul dari legislatif yang memiliki salah satu fungsi legislasi (perundangan).”, jelasnya.

Menariknya, mahasiswa yang akan demo pada 11 April 2022 pun mengangkat isu menolak perpanjangan 3 periode dan berdemo ke istana.

“Dari isu, tuntutan dan tempat yang didemo oleh mahasiswa saja sudah salah tempat, semestinya yang didemo adalah gedung DPR. Jadi aneh mahasiswa mengusung isu, tuntutan dan tempat aksi yang dilakukan sehingga sangat terlihat kalau aksi mahasiswa 11 April 2022 ditunggangi oleh sekelompok elit yang memiliki kepentingan.”, imbuh Hari Purwanto.

Hari Purwanto menyarankan agar simpul-simpul kampus mahasiswa berkumpul lagi untuk menentukan titik aksi 11 April 2022 agar isu, tuntutan dan titik aksi sesuai.

“Jangan sampai mahasiswa malah dicemooh oleh masyarakat yang dulunya juga pernah menjadi mahasiswa dan terlibat dalam aksi. Ketika aksi mahasiswa yang disuarakan saat ini tidak sesuai dengan isu, tuntutan dan titik aksi.”, jelasnya.

Sebagai mahasiswa aktivis yang pernah terlibat aksi, Hari Purwanto menyarankan agar mahasiswa melalikan evaluasi kembali sebelum benar-benar turun ke jalan.

“Jangan sampai aksi yang murni dari idealisme adik-adik mahasiswa ditunggangi oleh elit dan kelompok kepentingan. Ketika aksi didepan istana ada korban jiwa untuk menjadi “martir”, disitulah agenda adik-adik mahasiswa ditunggangi.”, jelasnya.

“Meminjam kalimat bijak Tan Malaka, ‘Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda’,” pungkas Hari Purwanto.

Temukan juga kami di Google News.