JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menilai penyelenggaraan Formula E terkesan sangat dipaksakan sehingga tidak ada persiapan yang matang sejak awal.
Apalagi sebelumnya membangun lokasi Formula E di sekitar Monas, pihak penyelenggara belum mendapatkan ijin dari Kementerian Sekretariat Negara.
“Sehingga sangat sia-sia penebangan pohon-pohon yang sangat tidak ramah lingkungan dilakukan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta,” tegas Fernando Emas, hari ini.
Dia pun mempertanyakan ada apa sehingga penyelenggaraan Formula E terkesan sangat begitu dipaksakan? Mungkin bisa saja terjadi penyalahgunaan wewenang dan anggaran seperti selama ini muncul kepada publik sehingga penyelenggaraan dipaksakan dan tergesa-gesa.
Oleh karenanya, Fernando Emas mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tentang dugaan adanya penyalahgunaan anggaran dan wewenang dalam penyelenggaraan Formula E.
“Masyarakat DKI Jakarta dan Indonesia sedang menanti perkembangan pemeriksaan oleh KPK atas penyelenggaraan Formula E sampai ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Jangan sampai KPK terkesan lambat menangani dugaan penyalahgunaan anggaran dan wewenang dana penyelenggaraan Formula E. Sebaiknya KPK memberikan informasi secara berkala perkembangan pemeriksaan kasus Formula E sehingga masyarakat mengetahui,” bebernya.
Dia juga menuding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkesan ingin lepas tangan atas penyelenggaraan Formula E sehingga tidak perlu berkomentar atas kritik mengenai Formula E.
“Karena memang sangat kentara sekali penyelenggaraan Formula E untuk kepentingan politik sehingga Anies akan hati-hati sekali menanggapi polemik dan kritikan mengenai penyelenggaraan Formula E. Apalagi pembangunan lokasi penyelenggaraan Formula E di Ancol belum selesai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan