by

Tokoh Muda Pergerakan Islam : Jangan Politisasi dan Kecilkan Makna Agama

-Berita-3,212 views

CIAMIS – Dalam menyikapi fenomena yang terjadi, para santri harus memahami apa yang terjadi, tidak hanya mengandalkan keberanian tapi harus ada nilai pemikiran lebih mendalam apa yang dilakukan itu dampaknya harus mempunyai parameter yang jelas, kenapa harus terjun dalam sebuah pergerakan?

Hal itu diungkapkan Tokoh Muda Pergerakan Islam di Ciamis, Ust. Andy Ali Fikri yang berharap, pergerakan Islam tidak tejerumus dalam politik praktis tetapi justru para santri yang terjun dalam pergerakan politik hanya sebatas edukasi.

“Mudah-mudahan Islam tidak dipersempit atau diperkecil oleh makna sebuah pergerakan, tetapi pergerakan harus menjadi wasilah membesarkan agama Islam,” kata Ust Andi, Kamis (28/01/2021).

Menurut Andy, hentikan politisasi situasi dari yang berkala kecil atau besar dengan harapan kedepan kita lebih membuka diri cara berpikir dan membuka ruang diskusi, dialog atau musyawarah untuk menyampaikan apa yang kurang berkenan pada diri kita atau kelompok.

“Bisa dilakukan melalui media yang lebih edukatif berbasis audensi dengan pendekatan-pendekatan secara persuasive, karena kita kita menampilkan karakter yang cenderung seperti lepas kontrol dari sisi kemuslimannya akan mencederai agama Islam,” jelasnya.

Menurut Andy, banyaknya organisasi islam yang melakukan pergerakan berharap jangan sampai pergerakannya melemahkan atau mengecilkan makna agama islam yang akhirnya akan terjebak pada ruang atau kelompok yang setiap langkah dan pergerakan berbeda-beda karena berangkat dari opini berbeda.

“Jangan sampai niatan yang baik kita lakukan menjadi salah karena ada beberapa pihak yang pro dan kontra, karena kita masuk ke arena digitalisasi, maka publik akan tahu dengan karakteristiknya, epologinya dan kamampuan ilmunya akan sangat dinamis memahami setiap ruang pergerakan, ada yang pro dan kontra bahkan apatis tidak peduli. Saya hanya berharap silahkan melakukan syiar dengan gaya pergerakan masing-masing tapi jangan sampai marwah agama Islam menjadi kecil karena sudut pandang yang salah,” jelasnya.

Sebagai tokoh muda pergerakan, Andy juga berharap, persatuan dan kesatuan NKRI tetap terjaga, untuk itu menyarankan agar para santri mempelajari sejarah Rosul dalam pergerakan Islam.

Indonesia terdiri dari berbagai suku dan pulau, komunikasi adalah kunci untuk mempersatukan bangsa. Sebagaimana Rosul lakukan di zamannya, mempersatukan suku, sehingga diterima diberbagai bangsa dan suku dengan komunikasi yang baik.

“Ummat Islam jangan sampai terbelah, jaga nama Islam dan jaga ukuwah Islamiah, jaga persatuan bangsa di Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara di tempat terpisah, Ketua MUI Kabupaten Ciamis, KH Ahmad Hidayat Sirodj justru mendoakan agar NKRI tetap aman dan tertib.

“Saya hanya bisa berdoa untuk keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, agar pembangunan di negara kita berjalan sesuai harapan, tertib, tentram dan tumaninah,” katanya.

KH Hidayat juga berdoa agar suku bangsa di Tanah Air dalam pembangunannya mampu menjadi teladan bagi bangsa lainnya.

Comment

News Feed