by

212 Usik PDIP dengan Stempel PKI, IPI: Hanya Keledai yang Tidak Belajar dari Kesalahan

-Polhukam-3,058 views

JAKARTA – Pengamat Politik IPI Karyono Wibowo menuturkan jika dicermati pelbagai opini yang berkembang terkait dengan penolakan RUU HIP terdapat beragam pendapat dan kepentingan. Sebab, tidak semua yang menolak RUU HIP memiliki argumen yang sama. Pun demikian, ada perbedaan kepentingan di antara kelompok yang menolak RUU HIP.

“Ada yang murni menolak berdasarkan pertimbangan rasional, ilmiah dan dilandasi kebijaksanaan untuk kemaslahatan bangsa. Tetapi, di satu sisi, di tengah penolakan RUU HIP tercium aroma politik yang menyengat,” tegas Karyono, hari ini.

“Tujuannya mudah ditebak, yakni untuk menjatuhkan PDIP melalui framing isu komunisme yang dilekatkan ke PDIP,” cetusnya.

Dikatakannya, sejak awal munculnya kontroversi RUU HIP, PDIP menjadi sasaran tembak, karena dipandang sebagai partai pengusul. Pelbagai wacana miring mengarah ke partai berlambang banteng moncong putih itu. Salah satu isu yang kental dengan kepentingan politik adalah mengkaitkan RUU HIP dengan isu bangkitnya komunisme yang dialamatkan ke PDIP dan Presiden Jokowi.

“Karenanya, tak perlu heran, aksi pembakaran bendera PKI dan PDIP di tengah aksi demonstrasi di depan gedung DPR adalah bagian dari propaganda politik untuk memberikan stigma komunis ke PDIP,” sebutnya.

Pertanyaannya kemudian, kata dia, mengapa propaganda usang ini masih terus dipakai oleh kelompok 212. Padahal, propaganda ini terbukti gagal. Justru yang terjadi semakin diserang dengan propaganda klasik dengan isu komunis dan sekular, justru semakin membesarkan PDIP. Terbukti selama pemilu pasca reformasi, partai ini 3 kali menang pemilu legislatif (Pemilu 1999, 2014, 2019) dan 3 kali menduduki jabatan presiden (Megawati 2001 – 2004, Joko Widodo 2 periode) dan 1 kali menduduki wakil Presiden (era pemerintahan Abdurrahman Wahid – Megawati).

“Berdasarkan fakta itu, semestinya mereka bisa belajar dari realitas agar tidak seperti keledai yang tidak bisa belajar dari kegagalan. Jadi berusahalah untuk cerdas sedikit dengan membuat strategi baru yang lebih terukur, tepat sasaran, sehingga bisa efektif dalam menundukkan “banteng moncong putih”,” pungkasnya.

Comment

News Feed