JAKARTA – Barisan Insan Muda (BIMA) meminta pemerintahan Jokowi tidak hanya menunda pembahasan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) tapi harus dibatalkan (dihentikan).

“Umat Islam jangan sampai ada yang kecolongan. Pemerintah cuma ingin menunda RUU HIP, bukan dibatalkan,” tegas aktivis BIMA Maulana, hari ini.

Lebih lanjut, Maulana menyebut jika RUU HIP tersebut dipaksakan untuk di sahkan maka akan membuka pintu masuk ideologi komunisme di Indonesia.

“Tetap siaga dan waspada, RUU HIP adalah puncak gunung es yang muncul di permukaan laut. Kami yakin ada yang lebih besar di bawahnya. Tidak ada kompromi jika RUU tersebut berbau bangkitnya PKI dan menghidupkan faham komunisme. Tolak tanpa kompromi bukan revisi,” sebutnya.

Lebih jauh, Maulana juga meminta agar ada pengusutan oleh pihak berwajib terhadap konseptor RUU HIP tersebut. Dan pengusutan ini sudah keendus oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Konseptor RUU HIP kami curigai ingin membangkitkan kembali paham dan Partai Komunis Indonesia,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.