by

GMNI Cabang Jakpus Serukan Persatuan kepada 2 Kubu DPP GMNI

-Polhukam-205 views

JAKARTA – Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) telah menggelar Kongres Kemaritiman ke XXI yang dibuka pada tanggal 28 November 2019 di kota Ambon, Provinsi Maluku.

Kegiatan yang bertemakan “Mempertegas Posisi Kedaulatan Maritim Indonesia untuk Kepentingan Nasional Berbasis Kepulauan Berdasarkan Pancasila” itu di buka oleh Menteri Sosial Juliari Peter Batubara di gedung Islamic Center dan dihadiri oleh beberapa pejabat negara seperti Wakil Ketua MPR RI DR. Ahmad Basarah sekaligus Ketua PA GMNI, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Se-provinsi Maluku.

Agenda persidangan pada beberapa pleno seperti pengesahan peserta, jadwal acara dan tata tertib berjalan dengan baik. Namun dinamika terjadi pada saat pemilihan pimpinan sidang tetap yang membuat Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal GMNI meninggalkan tempat kegiatan yang menurut mereka situasi dan kondisi forum sudah tidak lagi kondusif.

Menurut pernyataan Ketua Umum GMNI Periode 2017-2019, Robaytullah Kusumah Jaya, telah diduga terjadi kekerasan terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GMNI Periode 2017-2019 Clance Teddy, sebagai salah satu pemimpin tertinggi sekaligus simbol organisasi. Clance, diduga dianiaya oleh panitia lokal dan sejumlah oknum pada Selasa (3/12/2019).

“Tidak ada jaminan keamanan bagi peserta kongres setelah adanya insiden intimidasi dan kekerasan tersebut, maka kami dari ketua umum, sekjen, beserta jajaran pengurus DPP GMNI periode 2017-2019 memutuskan kongres pindah ke Hotel Amaris supaya bisa berjalan dengan jaminan keamanan bagi para peserta kongres. Kongres sudah selesai sesuai jadwal,” kata Robaytullah.

Hal berbeda di sampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Kongres, Nus Karlely. Menurutnya, kongres yang legal adalah kongres yang dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Juliari Peter Batubara, di Gedung Islamic Center Kota Ambon pada 28 November 2019, dan agenda sidang-sidang pleno hingga penutupan berlangsung di Gedung Kristen Center sejak 29 Oktober 2019 hingga selesai.

Hal itu, lanjut Karlely, sebagaimana hasil rapat pleno DPP GMNI, dimana DPP GMNI periode 2017-2019 kepemimpinan Robaytullah Kusuma Jaya selaku ketum dan Clance teddy selaku sekjen, telah membentuk Badan Pekerja Kongres XXI GMNI melalui Rapat Pleno DPP GMNI, dan mengeluarkan Surat Ketetapan (SK) pada 4 Agustus 2019.

“Jika kembali pada hasil rapat pleno DPP GMNI dan Badan Pekerja Kongres, maka saya tegaskan bahwa hasil Kongres XXI Kemaritiman GMNI yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon adalah kongres yang inkonstitusioal atau ilegal,” tegas Nus Karlely yang bersumber pada realeas berita RakyatMaluku.com

Melihat situasi dan kondisi yang terjadi terhadap organisasi, Ketua Cabang GmnI Jakarta Pusat, saudara Dziky Nur Ridhan menyampaikan keprihatinannya dalam proses Kongres GMNI Ke XXI ini.

“Apapun yang terjadi, kejadian ini adalah sebuah kemunduran. Seharusnya GMNI pada kongres ini bertempur ide dan gagasan untuk membawa GmnI ke arah kemajuan, bukan hanya sekedar dinamika bertarung sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal saja”.

Lanjut Idhan, seharusnya GMNI mempersiapkan diri untuk membawa panji-panji organisasi ke depan untuk menghadapi tantangan ‘perang asimetris’ untuk menegakan Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Pancasila. Maka dari itu GMNI Cabang Jakarta Pusat mengajak seluruh kader GMNI Se-Indonesia dan Kedua Kubu DPP untuk lebih mementingkan persatuan dan gotong royong untuk membawa GMNI menuju kejayaan”. Ujar mahasiswa Universitas Bung Karno dengan sapaan bung Idhan tersebut.

Menyambung dari pada hal tersebut, Sekretaris Cabang GmnI Jakarta Pusat Bung Choky Askar Ratulela mengatakan bahwa dalam menyikapi persoalan tersebut, GMNI Jakarta Pusat mendesak kedua kubu untuk bersatu dengan menyampingkan ego-ego yang hanya membuat organisasi semakin mundur dan terpecah belah.

“Sikap kita jelas atas kegiatan musyawarah tertinggi di organisasi ini yaitu menolak segala bentuk perpecahan dan mengajak kedua kubu untuk bersatu kembali dalam rumah besar GmnI di Wisma Tri Sakti dan mendorong alumni untuk ikut membantu menjembatani kedua kubu DPP supaya bisa bersatu dan bukan ikut-ikutan dalam polemik ini. Sebab sebagai kader marhaenis sukarnois kita harus gandrung akan persatuan, bukan sebaliknya”. Tegas pria dengan sapaan Bung Choky tersebut.

“Kami perlu tegaskan kehadiran kami di Kristian Center pada hari senin (03/12/2019) dini hari tadi adalah untuk menyampaikan pandangan umum Cabang Jakarta Pusat terkait laporan pertanggung jawaban DPP GMNI PERIODE 2017-2019 dihadapan Ketua Umum, Sekjend dan pengurus DPP, karena kami percaya bahwa kawan-kawan di Hotel Amaris dan di Kristen Center sama-sama dapat menurunkan ego untuk kita semua agar dapat duduk bersama kembali untuk melanjutkan musyawarah pada sidang-sidang pleno. Tapi, ternyata semua sama-sama mempertahankan sikap mereka. Sehingga pasca menyampaikan pandangan umum, kami memilih untuk meninggalkan forum”. Lanjut mahasiswa UPI Y.A.I tersebut.

Untuk diketahui, berdasarkan pantauan terakhir Tim Media, hasil sidang yang berlangsung di Amaris Hotel (02/12/2019) mengasilkan Bung Arjuna dan Bung Dendy sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, sedangkan hasil sidang di Gedung Kristen Center (03/12/2019) siang tadi menghasilkan Imanuel Cahyadi sebagai Ketua Umum dan Soejahri Somar sebagai Sekretaris Jenderal.

Comment

News Feed