by

Ogah Ikuti Seruan Balik Kampung, Mahasiswa Papua Ingin Selesaikan Studi

-Polhukam-156 views

JAKARTA – Sejumlah Mahasiswa menggelar diskusi untuk membahas tentang isu yang berkembang tentang Papua. Salah satunya adalah seruan agar Mahasiswa Papua pulang ke kampung halaman saja dari perantauan mereka, termasuk yang tengah menempuh pendidikan.

Menyikapi itu, aktivis perempuan Papua-Jakarta, Vanin menyatakan bahwa seruan semacam itu tak mendasar. Apalagi sejauh ini tidak ada pengusiran terhadap Mahasiswa Papua yang ada di Jakarta.

“Kenapa harus kembali, apa alasannya kita balik, apa kita di usir, kan tidak,” kata Vanin dalam diskusi bertajuk “Mahasiswa Papua Bicara : Mengapa Harus NKRI” di Hangout Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Bagi Vanin, seruan agar Mahasiswa Papua kembali ke tanah Cendrawasih hanyalah sebuah provokasi semata dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana saja.

“Saya rasa kita harus sama-sama mampu menyaring isu-isu provokasi seperti ini,” ujarnya.

Ia juga melihat bahwa masyarakat Papua sangat cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sementara di tengah kegaduhan beberapa waktu yang lalu itu, ada sekelompok masyarakat yang ingin Papua merdeka dari NKRI dengan mengibarkan bendera bintang kejora ala Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Vanin mengaku kecewa dengan rasisme di Surabaya, namun demikian bukan berarti meluapkan kemarahan dengan ingin memisahkan diri dari NKRI. Toh itu dilakukan oleh oknum dan sekarang sedang proses penegakkan hukum.

“Negara sedang bekerja karena oknum dalam kasus-kasus Papua kemarin sedang dicari dan mungkin sebagian sudah ditangkap,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari elemen Papua Untuk NKRI, Rahmat menilai bahwa para Mahasiswa yang akan pulang ke Papua agar dipersilahkan saja mereka pulang. Dengan begitu, akan mudah disaring apakah mereka itu adalah bagian dari orang-orang yang melalukan kerusuhan atau tidak.

“Kita sih biasa saja, yang ikut balik ya balik, yang menetap ya menetap. Kalau menetap untuk apa, ya kita selesaikan studi,” kata Rahmat.

“Biarin saja mereka yang mau pulang, pulang, biar ketahuan siapa yang pulang itu jangan-jangan mereka itu aktor di balik kerusuhan Papua,” imbuhnya.

Keduanya sepakat bahwa bangsa Indonesia ada karena keberagaman suku bangsanya. Oleh karenanya mereka berharap ada saling menghargai antar suku bangsa yang beragam itu. (*ist)

Comment

News Feed