by

Jadi Kedok HTI Sebarkan Khilafah, BEM Muhammadiyah Jatim Tolak Brother Fest 2019

-Polhukam-265 views

Kediri – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jawa Timur menilai bahwa agenda Brother Fast 2019 adalah bagian dari kegiatan simpatisan Hizbut Tahrir dengan kedok dakwah ala milenial.

“Dalam amatan kami, kegiatan tersebut berkedok kegiatan festival islami yang dilaksanakan oleh para sayap dakwah organizer yang di dalamnya dianggap terselubung dan terdapat pengisi acara yakni eks HTI,” kata koordinator BEM Muhammadiyah Surabaya, Abdur dalam konferensi persnya di Kedai Expo, Jalan Penanggungan Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (12/7/2019).

Ia menilai bahwa para eks HTI tersebut akan terus menyuarakan bagaimana pandangan negatif terhadap negara dan pemerintah dimasifkan kepada masyarakat luas dan mereka disebut sebagai kelompok anti Pancasila.

“Mereka anti pancasila dan selalu membangun opini atau pandangan negatif terhadap negara, pemerintah, dan bangsa Indonesia di mata dunia internasional,” imbuhnya.

Kemudian Abdur juga menyebutkan bahwa pihaknya menilai salah satu agenda terselubung kegiatan Brother Fest 2019 adalah bagaimana menanamkan paradigma kepada publik bahwa Khilafah adalah sistem yang paling tepat diterapkan di Indonesia sehingga Indonesia menjadi negara Islam. Padahal menurutnya, sistem Khilafah yang diperjuangkan oleh eks HTI tersebut bertentangan dengan Pancasila yang selama ini ada.

“Mereka tidak henti dan selalu ingin menegakkan negeri khilafah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sangat bertentangan dengan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Oleh karena itu, Abdur mensinyalir bahwa gerakan yang dimotori oleh para simpatisan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tersebut merupakan gerakan radikal gaya baru yang ingin merusak tatanan negara berbasis Pancasila dengan event yang mudah diminati anak muda itu.

“Bisa jadi, inilah gerakan radikalisme wajah baru dengan topeng festival islam yang di dalamnya terdapat ceramah-ceramah dari tokoh anti Pancasila,” tutur Abdur.

Maka dari itu, Abdur bersama dengan rekan-rekan sesama Mahasiswa Muhammadiyah di Jawa Timur menyatakan penolakannya terhadap kegiatan Brother Fest 2019 yang rencananya akan digelar pada tanggal 13-14 Juli 2019 yang bertempat di GOR Jayabaya, Kediri itu.

“Dalam rangka menyelamatkan Dasar Negara RI Pancasila dan NKRI dari ancaman bahaya radikalisme yang sekarang telah bergerak melalui jalur politik, hukum, sosial, budaya, dan pendidikan, kami menyarankan kepada aparat hukum Pemerintah Republik Indonesia untuk melarang acara tersebut dan acara semacamnya dilarang hingga kapan pun,” tegasnya.

Comment

News Feed