JAKARTA – Pendiri NII Crisis Center yang juga merupakan eks kelompok radikal Ken Setiawan mengatakan kondisi negara Suriah sebelum terjadi konflik sama seperti Indonesia, damai dan kondusif, tapi karena provokasi dan berita hoax akhirnya terjadi konflik berkepanjangan.
“Kesempatan inilah yang akan dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk mengambil alih rezim yang dianggap tidak berpihak pada mereka,” tegas Ken, hari ini.
Menurut dia, Indonesia tidak mustahil akan bernasib sama seperti Suriah bila kondisi ini terus menerus terjadi konflik. Sebab, kata Ken, hari ini di Indonesia konflik yang muncul bukan murni dari keinginan masyarakat, tapi sengaja diciptakan oleh kelompok tertentu dengan propaganda lewat berita hoax sudah sangat merajalela. Banyak elemen masyarakat yang ikut terprovokasi dan mengatakan aksi damai tapi faktanya ternyata faktanya bukanlah demikian, sebab banyak yang menganggap ini sebuah perang dan beberapa peserta juga sudah meninggalkan wasiat berpesan kepada keluarga agar ketika mereka tidak pulang karena gugur saat aksi supaya keluarga mengikhlaskanya.
“Ini aksi damai atau perang?,” tambah Ken lagi.

“Demokrasi kita sudah kebablasan, bagaimana tidak kebablasan, setiap kekecewaan diungkapakan dalam bungkusan agama dan dalam bentuk sebuah aksi demo turun ke jalan yang ujungnya anarkis,” katanya.
Ken berharap masyarakat waspada terhadap propaganda yang disebarkan lewat berita hoax dan Ken berharap aparat segera menindak para pelaku teror yang memprovokasi masyarakat agar situasi aman dan kondusif.
“Bila situasi konflik ini berlarut larut tidak mustahil akan memicu para pelaku teroris yang menganggap ini adalah ladang jihad dengan melakukan serangkaian aksi bom yang otomatis membuat masyarakat semakin resah,” tutup Ken.




















Tinggalkan Balasan