by

Presma Ummat Ajak Rakyat Waspadai Maraknya Ancaman Kebhinnekaan

MATARAM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadyiah Mataram (BEM Ummat) menggelar Dialog Kebhinekaan dengan tema “Merawat Kebhinekaan Guna Mencegah Berkembangnya Radikalisme dan Intoleransi”, Kamis (28/2). Dialog yang berlangsung di aula Rektorat Ummat dihadiri Kapolres Kota Mataram AKBP Saiful Alam, perwakilan Korem/162 WB, Akademisi Ummat Candra M.pd.

Presiden Mahasiswa Ummat Andi Suratno dalam sambutannya menuturkan, dialog ini untuk merefleksikan kembali nilai dan jati diri bangsa Indonesia yang terbentuk atas dasar keberagaman.

“Hari-hari ini ancaman kebhinekaan kita sangat marak terjadi. Radikalisme dan intoleransi sangat marak dipertontonkan di ruang publik. Karena itu, kami sebagai pemuda, mengajak semua elemen bangsa untuk kembali meneguhkan pendirian bangsa, mengedepankan dialog dan akal sehat dalam menyelesaikan problem-problem bangsa,” jelasnya.

Dia menambahkan, radikalisme dan intoleransi merupakan musuh bersama.

“Karena musuh bersama, maka ancaman radikalisme, dan maraknya intoleransi, harus dicegah secara kolektif Pemuda harus menjadi pioner keutuhan bangsa” ujarnya.

Sementara, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, intoleransi pemicu ketidakharmonisan dan konflik kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Rendahnya budaya toleransi (menghargai antar satu dengan yang lain) menjadi pemicu ketersinggungan, merambah pada konflik antar personal, dan meluas pada konflik antar kelompok.

“Polri, TNI, Pemerintah, dan segenap lapisan masyrakat, harus bersama-sama, bahu membahu, menjaga dan merawat toleransi, dalam aspek sosial politik, kemasyarakatan, dan agama,” terangnya.

Ditanya peran pemuda dalam merawat Kebhinekaan, kapolres menegaskan, pemuda adalah regenerasi bangsa. Merekalah yang akan mengisi tongkat estafet kepemimpinan.

“Pemuda penting untuk memastikan bahwa intoleransi dan radikalisme harus dicegah, dilawan, secara bersama-sama,” tutupnya.

Comment

News Feed