by

Bocor 500 T & Dugaan Korupsi 5.8 T Bupati Kotim Kok Sepi ! PSI Kenapa Diam ?

-Polhukam-2,518 views

JAKARTA – Pernyataan heboh kebocoran anggaran negara mencapai 500 Trilyun dan dugaan kasus korupsi 5.8 Trilyun yang menyeret Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Supian Hadi terus mendapatkan sorotan.

Pengamat Politik Ekonomi Muslim Arbi menyebut kebocoran anggaran negara sebesar 500 T yang disampaikan oleh paslon Capres No 02 Prabowo Subianto diindikasikan benar adanya. Ditambah lagi dengan pernyataan yang dibenarkan oleh Wapres Jusuf Kalla.

“Kasus korupsi 5,8 T merupakan salah satu bukti real bahwa kebocoran itu benar adanya,” ungkap Muslim Arbi.

Hal itu mengemuka dalam diskusi mengungkap dan membedah fakta “Kebocoran Anggaran Negara 500 Trilyun” dan Kasus Korupsi 5.8 Trilyun Kader PDIP di Kab. Kotawaringin Timur” yang diinisiasi Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN-PAS), di Jakarta, Senin malam (11/2/2019).

Lebih lanjut, Muslim Arbi yang juga Wakil Ketua Umum Relawan Nasional PrabowoSandi (RN PAS) itu mensinyalir duit rakyat yang ditilep tersebut mengalir ke sejumlah elit terlebih Supian Hadi adalah kader PDIP. Dia pun mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK menelisik rekening Supian Hadi.

“Supian Hadi harus terbuka mengungkap elit tersebut yang menerima aliran dana dari hasil korupsinya. Bisa juga PPTAK melihat aliran dana dari rekening Supian Hadi. Semua tercatat dan bisa dilihat,” ucapnya.

Muslim Arbi juga menyayangkan sikap dari partai pendukung petahana yang kurang merespon kasus tersebut dan juga sepinya pemberitaan.

“PSI yang katanya antikorupsi diam saja. Diamnya para partai pendukung petahana dan diamnya Presiden Jokowi mengindikasikan bahwa rezim ini sudah gagal dalam pemberantasan korupsi dan cenderung membiarkan, apalagi kalo dilakukan oleh pendukungnya,” tandasnya.

Comment

News Feed