by

Tolak Radikalisme, MUI Ingatkan Jangan Merasa Paling Benar dan Doyan Bidahkan Orang

-Polhukam-522 views

BEKASI – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Zamaksyari Abdul Majid mengingatkan kepada siapapun agar tidak menebar paham radikal dan intoleransi.

“Secara pemikiran maupun tindakan tidak boleh kita bersikap radikal yang menganggap dirinya paling benar dan menganggap kegiatan orang lain merupakan bid’ah,” kata Kiyai Zamaksyari dalam kegiatan Tabligh Akbar Istighosah Bekasi Bersholawat dan Berdzikir yang bertemakan “Sukseskan Program Pemerintah Lawan Radikalisme Dan Intoleran, Stop Hoaks dan Fitnah, Pemilu 2019 Damai dan Santun” di Masjid Al Muhajirin, Jl. Maskoki Raya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/1/2019).

Baginya, paham radikal dan ingin menang sendiri serta menganggap pahamnya yang paling benar dibandingkan orang lain tidak membuat umat akan bersatu, melainkan justru membuat umat akan terpecah belah.

Maka dari itu, Kiyai Zamaksyari pun mengajak kepada seluruh jamaah tabligh akbar tersebut untuk perbanyak bermunajat kepada Tuhan, agar terhindar dari berbagai bahaya paham radikal maupun fitnah yang memecah-belah umat Islam.

“Dari bahaya radikal, hoaks dan fitnah tersebut mari kita menanggapi hal tersebut dengan selalu bermunajat dan meningkatkan taqwa kepada Allah agar dengan ketaqwaan itu kita semua terhindar dari pengaruh yang bisa memecah belah umat,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, DKM Masjid Al Muhajirin dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Bekasi sebagai penyelenggara tabligh akbar dan istighosah pun menyempatkan diri untuk menyampaikan deklarasi. Diantaranya adalah ;

1. Mendukung Program Pemerintah Demi Bangsa dan Negara, Demi Keutuhan NKRI.
2. Stop Hoaks dan Fitnah, Lawan Radikalisme dan Intoleran,
3. Jaga kesucian masjid dari kegiatan program pemerintah dan Pemilu 2019 damai.

(**)

Comment

News Feed