by

Pengamat Sebut Sejak Aksi Sampai Reuni 212 Umat Hanya Jadi Kendaraan Politikus

-Polhukam-630 views

JAKARTA – Pesaudaraan Alumni 212 berencana mengegelar reuni alumni aksi 212. Namun Pengamat politik dari Universitas Pamulang (Unpam) Sonny Majid memprediksi, aksi ini tidak akan semarak seperti saat awal kali digelar. Bahkan dia menilai, momentum aksi 212 sudah habis.

Menurut Sonny, sudah muncul kecurigaan dari sebagian besar Alumni 212 bahwa aksi yang akan digelar itu telah ditunggangi gerakan politik untuk Pilpres 2019.

Karena itulah mereka memutuskan untuk tidak ikut serta.

Tak hanya itu, Sonny mengatakan, setelah kasus Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) berakhir, seharusnya gerakan seperti ini tidak diperlukan lagi.

“Tapi kelompok yang punya kepentingan ini mencoba menunggangi gerakan umat Islam,” kata Sonny kepada wartawan, Senin (12/11/2018).

Seperti diketahui, aksi 212 lahir terkait kasus penodaan agama oleh Ahok yang waktu itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Jutaan umat Islam dari berbagai daerah berbondong-bondong ke Jakarta untuk menggelar unjuk rasa. Mereka menuntut agar Ahok diproses hukum.

“Tuntutan umat Islam akhirnya dipenuhi oleh aparat penegak hukum. Ahok disidangkan dan divonis bersalah. Yang bersangkutan pun sudah menjalani hukuman,” ujar Sonny.

Hukuman yang diberikan kepada Ahok telah melegakan mayoritas umat Islam.

Karena itulah, umat Islam banyak yang tidak datang pada reuni alumni 212 pertama tahun 2017 lalu.

Banyak yang merasa aksi ini tidak perlu dilakukan lagi. Malahan ada juga yang mulai berprasangka gerakan umat Islam cenderung ditunggangi kepentingan politik praktis.

“Gerakan umat Islam saat itu pun sebenarnya ada yang menunggangi untuk kepentingan politik praktis yaitu Pilkada DKI,” katanya.

“Tapi umat Islam memilih tutup mata, yang penting Ahok dipenjarakan,” lanjutnya.

Sonny pun menyayangkan sikap kelompok penunggang gerakan umat Islam yang selalu mencari momentum untuk melakukan aksi besar.

Terbaru, mereka mempersoalkan pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Namun, menurut Sonny, aksi tersebut justru lebih kental nuansa politisnya untuk mendukung pasangan calon presiden tertentu.

“Ini juga sedikit aneh. Sebab, gerakan umat Islam itu justru diarahkan mendukung calon yang bukan ulama,” tuturnya.

“Kalau mau fair, umat Islam harusnya mendukung calon nomor urut 01 karena ada Kiai Ma’ruf Amin di sana,” ucapnya.

Dia menambahkan, calon wapres nomor urut 01 itu juga telah berkontribusi dalam Aksi 212. Sebab, atas fatwanya aksi itu muncul.

“Fatwa itu dijadikan legitimasi umat Islam dalam aksinya saat itu,” kata Sonny.

Comment

News Feed