Sukabumi — Suasana hangat mewarnai pertemuan silaturahmi antara Kombes Pol Moh Dofir dari Densus 88 Anti Teror dengan Dr. Drs. K.H. E.S. Mubarok, M.Sc., M.M., M.Pd., pimpinan Pondok Pesantren Yaspida Sukabumi, pada Jumat (09 Agustus 2025).
Dalam dialog penuh keakraban tersebut, Kombes Pol Moh Dofir menegaskan pentingnya memperkuat nilai toleransi dan menghidupkan moderasi beragama sebagai strategi kunci melawan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Ia menilai, harmoni antarumat beragama adalah “benteng pertahanan” yang tak ternilai bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Radikalisme tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga pikiran. Karena itu, membangun kesadaran dan toleransi menjadi tugas kita bersama,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, K.H. E.S. Mubarok menyampaikan dukungan penuh. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai persatuan sejak dini kepada para santri.

“Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang cinta damai dan cinta tanah air,” tegasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara aparat keamanan dan tokoh agama. Keduanya sepakat, sinergi lintas sektor adalah kunci menjaga kerukunan dan memperkokoh persatuan di tengah kemajemukan Indonesia.


















Tinggalkan Balasan