Jakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengingatkan kepada publik agar tidak perlu menghabiskan energi terlalu besar untuk Pilkada DKI Jakarta. Sebab kata dia, Pilkada DKI Jakarta hanya bagian kecil dari proses demokrasi.

“Indonesia tidak semuanya di Jakarta, jangan mengukur Indonesia dari Jakarta saja. Jangan semua diletakkan pada Pilkada DKI Jakarta karena ini bukan penentu bagi masa depan Indonesia,” kata Dedi dalam diskusi merawat ke Indonesiaan bertema “Aksi 112 & Kuda Troya Demokrasi” di Warung Daun Cikini Menteng Jakarta, hari ini.

Dedi juga meminta kepada publik agar tidak memandang Indonesia hanya dari Jakarta saja. Bagi dia, Indonesia meliputi seluruh daerah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke sehingga persoalan pluralisme, keberagaman dan keindonesiaan tidak diletakkan hanya dalam konteks Pilgub DKI Jakarta.

“Dalam konteks itu, kemenangan pluralisme dan keindonesiaan tidak boleh tergantung pada Pilkada DKI Jakarta 15 Februari nanti,” terang dia.

Dia menilai merawat keindonesiaan dan pluralisme berarti harus menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia. Sebab, kata dia, jika orang kehilangan akar kebudayaan berarti kehilangan tempat tinggal sehingga mudah terpengaruh paham-paham baru dan trend baru.

“Mudah sekali menerima paham-paham baru karena dia tidak mengerti dirinya. Orang yang tidak mengerti dirinya cenderung berubah-ubah bahkan pandangan atau keyakinannya mengikut trend. Kalau trendnya A, dia ikut A, kalau trendnya B dia ikut B,” tukasnya.

Temukan juga kami di Google News.