Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas angkat bicara adanya penggiringan opini negatif yang mendeskreditkan Parpol tertentu khususnya PDIP yang menyatakan mendukung sistem proporsional tertutup (coblos Partai) sebagai upaya menutupi Caleg yang lolos nanti berlatarbelakang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Isu ini juga sengaja digaungkan untuk menyerang Pemerintahan Jokowi ditambah lagi aksi kontroversi Denny Indrayana soal informasi bocoran sistem proporsional tertutup.

“Kurang tepat kalau masih ada pihak-pihak yang masih memainkan isu-isu PKI pada setiap kali pemilu hanya untuk menjatuhkan kelompok atau partai politik lainnya,” tegas Fernando Emas, hari ini.

Menurutnya, isu tersebut dipakai untuk memecah belah persatuan, bukan hanya sekedar untuk meraup suara dan menjatuhkan perolehan suara partai politik lainnya. Dan, kata dia, tidak bisa dikaitkan dukungan PDI Perjuangan terhadap sistem pemilu tertutup untuk kepentingan menempatkan kader-kader PKI untuk menjadi anggota legislatif.

“PDI Perjuangan berhak memajukan siapapun WNI yang memenuhi persyaratan sebagai calon anggota legislatif termasuk keturunan anggota PKI atau yang dianggap sebagian kalangan sebagai kader PKI tulen,” ucapnya.

Fernando melanjutkan bahwa beberapa kader partai politik mengajukan gugatan sistem pemilihan legislatif ke Mahkamah Konstitusi antara lain kader PDI Perjuangan dan Partai NasDem. “Namun partai politik yang mendukung diberlakukannya kembali sistem tertutup pada pemilu legislatif hanya PDI Perjuangan dengan alasan untuk memperkuat lembaga partai politik,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.