Jakarta – Koordinator Komite Persatuan Nasional Ganti Presiden 2019 Yudi Syamhdudi menantang Mardani Ali Sera membuktikan layak sebagai cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Bahkan Mardani pun meski membuktikan terlebih dahulu kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) layak dijadikan sebagai cawapres di pesta demokrasi lima tahunan itu.

Pasalnya pihaknya ingin calon wakil presiden yang didukung tersebut meski berkomitmen dan tidak abu-abu.

“Mardani harus bisa yakinkan dulu partai politiknya layak tidak jadi cawapres kemudian harus komitmen harus tegas,” kata Yudi dalam acara diskusi bertajuk ‘Mardani Cawapres Serius Atau Lucu-lucuan di Up2yu, Resto and Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2018).

Yudi juga menyarankan agar evaluasi kriteria Mardani layak atau tidak sebagai sosok cawapres Prabowo 2019. Lantaran sosok cawapres meski dapat menambah suara bagi Prabowo di Pilpres 2019 nanti.

“Itu dia kriteria itu perlu evaluasi banyak kawan-kawan yang juga bagus. Tetapi sekali lagi organisasi kami ini tidak menggodok siapa yang akan dicalonkan wakil pak Prabowo,” tuturnya.

Sementara itu Eman Nasim Deklator Mardani Ali Sera Cawapres 2019 mengatakan alasan mereka mendorong Mardani lantaran sejauh ini belum ada wakil presiden dan presiden berlatar belakang dari alumni Universitas Indonesia (UI).

Untuk itu Sekjen Solidaritas Muslim Alumni UI ini kembali menekankan bahwa pihaknya tidak main-main dalam mendorong Mardani sebagai cawapres.

“Olehnya itu kami mendukung Mardani dan kami targetkan untuk mendampingi dengan prabowo. Harapan kami, dengan prabowo- Mardani insya allah indonesia kuat dan maju dari pemimpin dua ini dengan keseriusan dan tegas,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan beredarnya nama Mardani sebagai cawapres berpotensi menggilas nama cawapres lainnya yang diusulkan PKS sebagai cawapres Prabowo. Namun hal tersebut bila ditopang oleh popularitas dan elektabilitas.

“Bila semakin populer nama Mardani Ali Sera bisa jadi ancaman nama cawapres yang lain yang ingin di sandingkan dengan Prabowo,” tutupnya.

Kendati demikian, lanjut Karyono, kehadiran Prabowo Mardani belum tentu menang sebab elektabilitas Jokowi saat ini masih teratas ketimbang pasangan calon lainnya termasuk Prabowo.

“Ini bisa serius tapi belum tentu menang. Karena dari hasil pemenelitian kami ada irisan orang yang mendukung gerakan #2019GantiPresiden itu ya pendukung Prabowo-Hatta di Pilpres 2014,” tutupnya.