by

Ijin PT Petani Subur Makmur Dipersulit BKPM, Masyarakat Ngadu ke Istana

-Berita-249 views

JAKARTA – Sejumlah masyarakat sungai Guntung Indragiri Hulu datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Kedatangan mereka tersebut untuk mengadu langsung kepada Presiden terkait dengan persoalan izin dan birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu.

“Peliknya pengurusan izin pelepasan kawasan hutan bagi Perusahaan Perkebunan Sawit telah mengantarkan kami elemen perwakilan Masyarakat dari Desa Sungai Guntung Tengah dan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau, tepatnya yang berdomisili di sekitar area Perkebunan Kelapa Sawit PT. Tani Subur Makmur (TPM) berangkat ke Jakarta untuk mengadukan persoalan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia IR. Joko Widodo di Istana Negara,” perwakilan masyarakat dalam keterangan persnya yang diterima wartawan hari ini, Kamis (19/7/2018).

Faktor utamanya adalah sejauh ini janji pembangunan perkebunan plasma oleh PT Tani Subur Makmur belum juga direalisasikan kepada masyarakat sekitar perkebunan.

“Komitmennya PT. Tani Subur Makmur akan membangunkan 40% kebun plasma dari luas kebun inti yang dikelola untuk Masyarakat Desa Sungai Guntung Tengah dan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, agar Kami Masyarakat bisa memiliki pekerjaan tetap, meningkatkan penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan Keluarga, mensejahterakan Keluarga, dapat menyekolahkan Anak Anak Kami ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” keluh masyarakat.

Sementara alasan yang muncul adalah persoalan administrasi yang belum juga dikantongi oleh perusahaan sehingga janji tersebut tak kunjung diwujudkan sehingga berdampak langsung kepada masyarakat.

“Persoalan birokrasi yang notabene adalah menjadi persoalan managemen PT. Tani Subur Makmur terkait dengan persyaratan administrasi dan teknis yang disyaratkan oleh Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat sebagai persyaratan permohonan Izin Pelepasan Kawasan Hutan, sebagai syarat mutlak bagi setiap perusahaan perkebunan agar bisa beroperasi,” terangnya.

Karena lambatnya birokrasi perizinan tersebut, mereka menilai inilah yang menjadi penyebab persoalannya sehingga hal yang seharusnya diperoleh masyarakat dari PT Tani Subur Makmur belum dapat diwujudkan.

Untuk itulah, hubungan simbiosis mutualitsme antara masyarakat dengan pihak manajemen PT Tani Subur Makmur menghadap ke Istana Merdeka untuk menyampaikan langsung keluhannya itu kepada Presiden.

“Kami Masyarakat Desa Sungai Guntung Tengah dan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, berkomitmen bersama sama bersinergi memberikan support dan dukungan kepada PT. Tani Subur Makmur, dengan menyampaikan
permohonan kepada Bapak Presiden Joko Widodo melalui Kementerian dan Lembaga terkait untuk membantu mendorong percepatan proses permohonan Izin Pelepasan Kawasan Hutan yang sudah dimohonkan oleh PT. Tani Subur
Makmur sejak tahun 2016 lalu, demi terealisasinya pembangunan kebun plasma yang menjadi harapan masyarakat,” tegasnya.

Terlebih lagi ditambahkan mereka, bahwa sejauh ini PT. Tani Subur Makmur sudah
menunjukan itikat baiknya kepada masyarakat dengan berkomitmen membangunkan kebun plasma sebesar 40% dari luas kebun inti yang dikelola, dan hal ini belum pernah dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit pada umumnya.

Dan perlu juga menjadi catatan
positif untuk dijadikan contoh, bahwa PT. Tani Subur Makmur merupakan satu satunya perusahaan tempatan yang menjadi Bapak angkat bagi Masyarakat Desa Sungai Guntung Tengah dan Sungai Guntung Hilir.

Ditemui Staf Kepresidenan

Dalam kunjungannya ke Istana itu, mereka menjelaskan bahwa pihaknya diterima langsung oleh anggota staf kepresidenan yang juga ketua KPA Iwan Nurdin dan Staf Ahli Utama, Kantor Staf Presiden (KSP) Bambang Beathor Suryadi.

Disampaikan KSP dalam pertemuan itu, negara akan coba hadir dengan memberikan upaya penyelesaian masalah.

“Negara akan memberikan imbauan agar
pelayanan birokrasi jangan lagi bertele-tele, dan bikin susah Masyarakat,” terang pihak KSP. (del)

Comment

News Feed