Jakarta – Sebagian besar publik Indonesia disebut-sebut menginginkan tokoh alternatif selain Jokowi dan prabowo. Ada 40,6% publik tidak ingin Prabowo dan tidak ingin Jokowi.
“Artinya publik sedang mencari figur alternatif diluar Jokowi dan Prabowo. Kalau membaca bagaimana masyarakat tidak menjatuhkan pilihan pada 2 figur Jokowi & Prabowo sangat besar sekali,” ungkap Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun, saat jumpa pers “Pilpres 2019: Jokowi vs Prabowo atau ada figur alternatif ?” di Bumbu Desa Cikini Menteng Jakpus, hari ini.
Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dari tanggal 14-22 September 2017. Populasi survei seluruh warga Indonesia yang masuk dalam kategori pemilih. Target sampel 1.000 responden dengan margin of error sebesar +/- 3,1 % pada tingkat kepercayaan 95 %.
“Bisa dilihat dari jumlah pemilih yang menjawab tidak ingin keduanya (jokowi dan prabowo) sebesar 40,6%,” jelasnya.
Selain itu, tambah dia, saat ini pihaknya juga melihat mulai ada proporsi publik yang membandingkan suasana ekonomi saat ini dan pemerintahan sebelumnya. Yang patut menjadi perhatian, ada 32,4% publik yang merasa ekonomi di zaman SBY lebih baik ketimbang di zaman jokowi (30,1 %).
“Dari penilaian publik ini, petahana cukup lah besar untuk mengerjakan PR disisa waktu yang ada agar bisa menyelesaikan masalah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan