Jakarta – Ketua Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Roni angkat bicara perihal polemik kedatangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ke Universitas Bung Karno (UBK).

Roni yang juga mahasiswa UBK jurusan teknik itu mengaku merasa peduli atas kejadian ini apalagi muncul opini ada dugaan kepentingan Prabowo terhadap mahasiswa UBK.

“UBK adalah wadah aktivis mahasiswa yang paling kritis. Saya katakan ini demokrasi wajar kalau ada polemik antara mahasiswa vs pihak yayasan,” ungkap Roni hari ini.

Lebih lanjut, Roni mengingatkan kepada Prabowo untuk menerima situasi yang ada di internal UBK terkait pro dan kontra studi banding dan kunjungannya ke Hambalang.

“Kalau seandainya ada yang sepakat dan tidak sepakat tentunya itu adalah konsekuensi,” bebernya.

Dia berharap aktivis UBK baik yang atau kontra saja, tidak melupakan aktivis UBK Sondang Hutagalung yang bakar diri melawan Ham.

“Ini kan persoalan nama baik bukan hanya kampus, tapi aktivis UBK juga. Ingat Sondang Hutagalung mahasiswa yang bakar diri melawan ham,” terang dia.

Kata dia, apa jadinya perjuangan aktivis UBK yang rela berkorban demi HAM kemudian ada tokoh yang pernah melanggar HAM menggandeng UBK.

“Lempar batu sembunyi tangan dong,” ucapnya.

Dia sepakat seandainya ada aksi protes mahasiswa terhadap pihak Yayasan, sehingga ada bentuk klarifikasi mungkin.

“Kalaupun tidak besok kalau ada demo mahasiswa ia itu adalah dampak dari hal yang saya sampaikan,” tandasnya.