Jakarta – Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Epinitus Fina angkat suara terkait suara kontra kecaman acara studi banding dan kunjungan mahasiswa UBK melakukan studi banding dan kunjungan ke kediaman Prabowo Subianto yakni di Padepokan Garuda Yaksa di Bukit Hambalang, Bogor, Minggu kemarin.
Dan reaksi mahasiswa UBK dari Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) soal penolakan kedatangan Prabowo dalam Upacara Kemerdakaan di Kampus UBK, Jalan Kimia, Cikini, Jakakrta pada tanggal 17 Agustus 2017.
“Menurut saya tidak ada persoalan kecuali pak Prabowo datang membawa partainya atau atribut partai dan kampanye di kampus,” tegas Epinitus, hari ini.
Lebih lanjut, Epinitus yang ikut serta dalam acara tersebut juga mengaku tak mempermasalahkan undangan dan jamuan petinggi Gerindra tersebut dalam acara studi banding mahasiswa UBK di kediamannya.

“Ini acara beliau mengundang kita studi banding dan beliau menyampaikan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Epinitus pun justru mengaku kecewa dengan sikap Himapol yang dianggap tidak mendidik dan tidak ada landasan untuk menolak kedatangan Prabowo.
“Malah mereka ketika di panggil oleh Rektorat untuk klarifikasi soal kedatangan Prabowo dan study banding malah mereka kabur,” tuturnya.
Malahan, kata dia, dahulu juga ada beberapa tokoh parpol juga mendatangi kampus UBK seperti petinggi Nasdem Surya Paloh. Dia memastikan pihaknya atau mahasiswa tetap independen dan tidak memihak atau ditunggangi oleh parpol manapun.
“Saya tegaskan mahasiswa UBK independen. Saya melihat teman-teman Himapol tindakan mereka tidak dewasa,” bebernya.
Dia pun menjabarkan pertemuan dengan Prabowo Subianto tersebut. Mereka diberikan materi 1 sesi dan materi tersebut membahas mengenai perekonomian dan jamuan makan siang bersama.
“Ibu Rachma terima cenderamata dari pak Prabowo seperti lukisan Soekarno dan terakhir kita menyanyi lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya,” tandasnya.
Untuk diketahui, sekitar 200 mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) melakukan studi banding dan kunjungan ke Padepokan Garuda Yaksa di Bukit Hambalang, Bogor. Studi banding juga didampingi Rektor UBK Soenarto Sariatmadja dan dihadiri para dosen.
Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, yang membawahi UBK, Rachmawati Soekarnoputri juga hadir dalam studi banding ke padepokan yang berada di bawah pimpinan Prabowo Subianto. Menurut Rachmawati, studi banding ini sangat bermanfaat bagai mahasiswa sebab bisa menambah pengalaman dan memperluas cakrawala para calon intelektual tersebut.
“Dengan kunjungan dan studi banding ini, semoga wawasan mahasiswa semakin bertambah. Lebih-lebih nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme juga bisa tumbuh. Secara prinsip, pikiran-pikiran Pak Prabowo juga selaras dengan pikiran-pikiran yang dikembangkan di UBK,” kata Rachmawati di sela kunjungan tersebut, di bukit Hambalang (Minggu, 12/8).
Prabowo sendiri sangat tersanjung dengan kunjungan ini. Ia pun siap menjalin kemitraan dengan UBK. Apalagi padepokan Garuda Yaksa juga sudah melakukan kaderisasi untuk pemuda agar memiliki jiwa patriotik dan nasionalisme.
Kunjungan ini berlangsung sangat meriah dan penuh keakraban. Di tengah jamuan makan siang yang dimulai dengan lagu Indonesia Raya, mahasiswa juga disajikan lagu-lagu kebangsaan penuh semangat. Diantaranya lagu Garuda Pancasila, Bangun Pemuda-Pemudi, dan Berkibarlah Benderaku.
Dalam kunjungan ini juga direncanakan UBK mengundang Prabowo Subianto untuk hadir dalam Upacara Kemerdakaan di Kampus UBK, Jalan Kimia, Cikini, Jakakrta pada tanggal 17 Agustus 2017.



















Tinggalkan Balasan