Jakarta – Aktivis Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol UBK), Ilwan Nehe sangat menyayangkan studi banding dan kunjungan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang didampingi Rektor UBK Soenarto Sariatmadja ke kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yakni di Padepokan Garuda Yaksa di Bukit Hambalang, Bogor, Minggu kemarin.
“Kami sangat menyayangkan atas kunjungan tersebut karena kunjungan tersebut sudah tidak sehat bagi kami,” tegas Ilwan, hari ini.
“Harusnya membawa individu per individu saja jangan pernah simbol keluarga besar UBK,” ujarnya.
Apalagi kata Ilwan, para mahasiswa UBK dalam kunjungan tersebut mengenakan simbol perjuangan kampus UBK yaitu jaket almamater. Kata dia, alamamater tersebut sudah melayangkan korban dengan bakar diri untuk melakukan perjuangan bersama-sama dengan kawan-kawan lain dan selalu menghormati hal tersebut.
“Jadi kami mengharapkan supaya simbol tersebut tidak seenak hati membawa kemana-mana karena di dalamnya ada marwah perjuangan,” sebut dia.
“Aroma politiknya sangat kuat sebab mereka mendapatkan bingkisan dengan sampul atau logo partai politik,” jelasnya.
Dia memprediksi Prabowo Subianto akan tetap berkunjung di UBK karena nampak dalam pertemuan tersebut disinyalir ada deal-dealan khusus.
“Disana tak ada makan siang gratis, disana pasti ada konsensus atau kesepakatan,” sebutnya.
Ilwan menambahkan pihaknya akan
tetap memprotes hal itu, dalam bentuk aksi apapun dengan tetap menyampaikan aspirasi terkait kedatangan prabowo ke UBK.
“Kami sangat menyayangkan ketika kami melakukan aksi protes kemarin justru di hujat oleh banyak kalangan padahal disini mempertegas bahwa masih adanya independensi mahasiswa, dan apa yang kami sampaikan murni atas kegelisahan kami,” bebernya.
“Yang jelas bahwa bagi kami banyaknya mahasiswa yang apatis dan merasa berephoria dengan kunjungan tersebut sehingga tidak pernah mengkaji lebih jauh persoalan-persoalan itu,” tandasnya.
Sebelumnya, mereka juga mengecam pihak rektorat yang mengedarkan surat edaran yang ditanda tangani oleh Rektor kampus UBK, Drs, Soenarto Sardiatmaja MBA itu secara terbuka. Pasalnya, surat edaran yang berencana kunjungan di kediaman Ketua Umum Gerindra itu disinyalir bermuatan politis, sehingga ia menyayangkan sikap rektorat yang mengajak para mahasiswanya.
“Kami sangat menyayangkan sikap kampus yang mengeluarkan surat edaran kepada BEM, Himaju dan UKM untuk terlibat dalam kunjungan ke kediaman Prabowo Subianto,” ujarnya, di Kampus UBK, Jl Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/08).
Ilwan menuturkan, mahasiswa UBK menolak institusi pendidikan dilibatkan dalam ranah politik praktis dan akan tetap menjaga independensi institusi pendidikan, agar mahasiswa UBK tidak larut dalam kepentingan politik tertentu.
“Jika pimpinan Universitas akan berkunjung, silahkan saja. Namun, jangan libatkan mahasiswa karena tak etis, tak ada urgensi dan nilai-nilai akademik untuk kami,” tegasnya.
Berikut 6 poin pernyataan sikap mahasiswa UBK terkait rencana kunjungan Universitas Bung Karno ke kediaman Prabowo Subianto.
1. Menjaga independensi mahasiswa Universitas Bung Karno.
2. Menolak kunjungan mahasiswa UBK ke kediaman Prabowo Subianto hari minggu 13 agustus 2017.
3. Menolak kedatangan Prabowo Subianto (Ketum Partai Gerindra) di UBK pada hari kamis 17 agustus 2017.
4. Menolak politisasi kampus dan berafiliasi dengan lembaga politik apapun.
5. Kehadiran Prabowo tidak mengandung nilai-nilai akademis.
6. Menyayangkan sikap Rektor UBK terkait tanda tangan resmi dalam undangan tersebut seakan keharusan/wajib di ikuti oleh mahasiswa UBK.
Untuk diketahui, rencana UBK mengundang Prabowo Subianto untuk hadir dalam Upacara Kemerdakaan di Kampus UBK, Jalan Kimia, Cikini, Jakakrta pada tanggal 17 Agustus 2017.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan