Jakarta – Sudah 1000 Hari Rezim berkuasa, namun keadaan negeri tak semakin baik. Mulai dari konflik kepentingan menjadi sajian media mainstream, korupsi merajalela, kasus penegakan hukum tebang pilih, pembangunan infrastruktur tidak melihat prioritas anggaran hingga hutang menggunung.

“Keadaan ekonomi tak kunjung membaik sesuai janji manis kampanye, lapangan pekerjaan semakin sempit, subsidi TDL dicabut, premium hilang di pasaran,” ungkap Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia Wildan Wahyu Nugroho, hari ini.

Presiden BEM UNS Surakarta melanjutkan kebebasan berpendapat terancam. Segala cara dilakukan pemerintah untuk mempersurut, justru memperlihatkan rezim yang kalang kabut dan panik.

Pihaknya juga mengecam keras Joko Widodo atas penerbitan Perppu No. 2 tahun 2017 karena mengancam nilai demokrasi.

“Kami mendesak Setya Novanto untuk segera mundur dari jabatannya dan menaati proses hukum yang berlaku,” tegas Wildan.

Selain itu, kata dia, pihaknya menuntut Jokowi realisasikan nawa cita, stop pencitraan. “1000 hari yang bukan malah membaik, justru malah semakin menampakkan bahwa kondisi negara ini sedang sangat tidak baik – baik saja,” tandasnya.

Temukan juga kami di Google News.