Jakarta – Pertarungan Pilkada DKI putaran ke 2 semakin keras dan mencoba merebut perhatian publik DKI Jakarta dengan memberikan janji kampanye yang sangat manis sampai bahkan sangat tidak logis.

Salah satunya adalah janji kampanye yang dilakukan oleh kubu Anies-Sandi yang menyampaikan bila terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan memberikan kredit Rumah tanpa DP nol rupiah.

“Bagi saya sebagai warga DKI Jakarta, janji kampanye itu hanya pemanis belaka dan sangat tidak logis,” kata Ketua Bidang Perekonomian Rumah Gerakan 98 Hari Purwanto, Senin (10/4).

Lebih lanjut, Hari membeberkan alasannya kenapa dirinya menyebut tidak logis dan tidak masuk akal. Pertama, DKI Jakarta sudah tidak memiliki lahan yang bisa dibangun rumah yang layak dan memadai bagi warganya. Kedua, Harga tanah di DKI Jakarta rata-rata sudah diatas NJOP dan tidak pernah ada harga tanah yang dijual setaraf ataupun dibawah NJOP.

“Selanjutnya tidak ada standarisasi kepemilikan untuk warga DKI Jakarta yang mendapat kredit tanpa DP (nol rupiah) yang dijanjikan oleh Anies-Sandi,” bebernya.

Alasan keempat, Anies-Sandi mengajak dan memprovokasi warga DKI Jakarta untuk melakukan pembangkangan sipil (civil disobedience) terhadap perbankan karena tidak ada aturan dari Bank Indonesia sendiri yang memperbolehkan akad kredit rumah tanpa DP (nol rupiah).

Sehingga gagasan Anies-Sandi menjadi “Gagal Paham” disaat kampanye putaran ke 2 ini berjalan, sebab janji manis kampanye sering diberikan disaat musim pilkada. Apalagi hasil kerja dari Anis-Sandi tidak pernah ada secara konkrit. Yang ada Anis pernah memimpin Kementerian Pendidikan malah menghabur-haburkan anggaran dan belum lagi Sandi yang sampai saat ini dugaan kasus menjerat dirinya, salah satunya Recapital Life.

“Mau dibawa kemana DKI Jakarta bila Anies-Sandi menjabat karena sudah “Gagal Paham” terlebih dahulu dalam mengenal kota Jakarta. Terlebih janji kredit Rumah tanpa DP (nol rupiah), yang ada slogannya menjadi “Keruk APBDnya, Miskin Warganya”,” tandasnya.