Jakarta – Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman meyakini gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah negara Eropa akibat tekanan biaya hidup tidak serta-merta melebar ke Indonesia.
Diketahui Pada Sabtu (17/10/2026), demonstrasi berlangsung di Prancis, Belgia, Italia, dan Portugal. Aksi tersebut dipicu beragam persoalan, mulai dari kenaikan biaya hidup, tekanan harga perumahan, rendahnya daya beli, hingga kekhawatiran terhadap kualitas layanan publik. Di sejumlah lokasi, demonstrasi yang semula berlangsung damai berkembang menjadi bentrokan dan perusakan fasilitas umum.
Di tengah dinamika global itu, Norman kembali menekankan Indonesia memiliki modal untuk menjaga stabilitas nasional melalui pertumbuhan ekonomi, program kesejahteraan masyarakat, serta penguatan persatuan dan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat.
“Kita harus tetap optimistis bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional. Gejolak di luar negeri hendaknya menjadi pelajaran untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap masa depan bangsa,” kata Norman kepada awak media, Senin (19/10/2026).

Optimisme tersebut juga dapat dikaitkan dengan berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian nasional masih tumbuh di tengah ketidakpastian global.
Di bidang kesejahteraan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal. Program Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta revitalisasi sekolah juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. BukaKomunitas
Program-program tersebut memberikan fondasi bagi penguatan ketahanan sosial apabila dijalankan secara konsisten, transparan, dan tepat sasaran. Manfaat pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat membantu memperkuat optimisme publik, sementara evaluasi terhadap persoalan harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan tetap diperlukan.
“Keberhasilan menjaga Indonesia tetap aman bukan hanya soal menghindari kerusuhan, tetapi juga memastikan rakyat merasakan manfaat pembangunan. Ketika masyarakat memiliki harapan, ruang dialog terbuka, dan persoalan mereka ditangani dengan baik, persatuan bangsa akan semakin kuat,” tutur Norman.
Pernusa juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh kekhawatiran berlebihan akibat peristiwa di luar negeri. Indonesia memiliki ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara sah. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dapat dikelola melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum.
“Indonesia bulan oktobet ini akan menghadapi demo besar 2 tahun kepemimpinan presiden Prabowo. Demo tidak dilarang asal jangan anarkis. Mari kita jaga stabilitas keamanan,” pungkasnya.














Tinggalkan Balasan