Jakarta – Sabtu, 16 Mei 2026 menjadi hari bersejarah bagi band pendatang baru asal DI Yogyakarta, Black Langues. Momentum tersebut jadi tonggak, ketika secara resmi Black Langues memperkenalkan diri ke publik melalui single perdana berjudul ‘Happy’.
Tidak tanggung- tanggung, ‘Happy,’ diambil sebagai judul dengan argumentasi hati nurani sangat kuat. Bahwa serangkaian kasus bunuh diri di Indonesia menimpa remaja. Keresahan dalam mensikapi realita kehidupan yang begitu menyedihkan. Black Langues hadir dengan “Happy’nya tentu membawa pesan penting untuk bangsa ini.
“Lagu ingin menceritakan tentang banyaknya hal yang bisa dilihat dari hidup dan bahwa mati bukanlah sebuah opsi,” ujar punggawa Black Langues, Michael Aaron Donisputro disela launching di RJA Cofe, Kasihan Bantul, Sabtu malam.
Dalam launching tersebut juga dihadiri komposer dan lyricist, Michael Aaron Donisputro dan Bayu Randu, art work, Muhammad Hisyam Haily, gitar dan vokal, Michael Aaron Donisputro, backing vocal, Valentino Austin Donisputro, bassist , Muhammad Haidar serta musik distribution , Musicblast.id. Termasuk perwakilan dari AIDI Consultan, Fadilah Rahmadani.
Aaron menjelaskan, bahwa musik sebagai sebuah ekspresi untuk menggambarkan dunia kehidupan, baik sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan segala macam terutama yang tergambar dari lagu ‘Happy’. Bila sekilas melihat lirik lagu lagu happy, disana (dalam backdrop-red) terlihat suram.
Tetapi hal tersebut merupakan desain, bahwa tindakan bunuh diri itu bukan sebuah pilihan, bukan pilihan terbaik. Jadi segelap-gelapnya kegelapan itu masih ada secercah cahaya. Artinya esensi dari lagu happy adalah sebuah ajakan, bahwa kehidupan selalu memiliki harapan.
Dijelaskan, sejak dibentuk tahun 2025, single perdana happy dipilih sebagai lagu perkenalan karena memiliki struktur musikal yang easy listening dan mudah diterima pendengar. Tetapi dibalik nuansa tersebut, lagu happy membawa pesan mendalam mengenai kehidupan dan kesehatan mental. Kesehatan mental anak muda sekarang perlu mendapat perhatian lebih baik dari keluarga, lingkungan sekitar masyarakat dan pemangku kebijakan.
Informasi terkait kasus bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi dasar Aaron menciptakan lagu Happy. Lirik yang mempertanyakan seolah mereka society terlihat bahagia melihat anak-anak muda mati. Hal tersebut menjadi bahan introspeksi dan renungan bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan