Jakarta — Polemik soal foodtray dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Program pemerintah yang dirancang untuk menyehatkan anak bangsa dan meningkatkan kecerdasan generasi masa depan ini sejatinya mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun perjalanan program ini tak lepas dari ulah segelintir mafia yang mencoba bermain di belakang layar.
Belum lama ini publik digegerkan dengan temuan foodtray yang sebagian kecilnya mengandung pelumas babi, membuat masyarakat terutama umat Islam merasa resah. Setelah ditelusuri, produk bermasalah itu ternyata merupakan barang impor dari RRC yang masuk melalui oknum yang memanfaatkan celah distribusi.
Kasus ini memicu kekhawatiran para orang tua, pelajar, bahkan penggiat halal. Banyak pihak pun langsung bergerak. Salah satunya adalah pengusaha muda, Wafa, yang menemukan foodtray dengan stempel halal palsu. Temuan ini semakin menegaskan adanya indikasi mafia yang mencoba mengambil keuntungan dari program mulia pemerintah.
Wafa kemudian melaporkan temuan tersebut dan bertemu langsung dengan Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, didampingi tokoh publik dan ulama, Ustaz Novel Bamukmin. Keduanya mendorong agar kasus ini ditangani cepat dan tegas.
Ustaz Novel menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut keimanan umat Islam.
“Kami berharap persoalan ini cepat selesai agar program MBG berjalan dengan baik dan tenang dinikmati oleh umat Islam. Jangan biarkan mafia merusak program mulia ini,” ujarnya.
Dengan perhatian publik yang semakin besar, diharapkan aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini dan menindak tegas pihak-pihak yang bermain curang. Program MBG sebagai investasi bangsa tidak boleh diganggu oleh mafia yang mengorbankan keselamatan dan ketenangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan