Jakarta – Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolda Metro Jaya beserta jajaran atas keberanian dan ketegasannya dalam menetapkan tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa hukum masih memiliki nyali untuk menegakkan keadilan di tengah tekanan politik dan kekuasaan.

Ketua Umum GAMIS Indonesia Fahri Salim. S.H menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk kemajuan penegakan hukum yang berkeadilan dan tidak tebang pilih. Menurutnya, langkah penyidik Polda Metro Jaya harus menjadi tonggak penting dalam membersihkan institusi negara dari praktik pemalsuan dan kebohongan publik, terutama yang melibatkan pejabat tinggi negara.

“Kami dari GAMIS Indonesia memberikan apresiasi penuh atas keberanian Kapolda Metro Jaya yang telah menunjukkan integritas dan independensi penegakan hukum. Tidak ada satu pun warga negara yang kebal hukum, termasuk seorang presiden sekalipun,” ujar Fahri.

Lebih lanjut, GAMIS Indonesia menyerukan agar proses hukum ini terus dikawal secara transparan dan profesional tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Kebenaran akademik dan integritas moral bangsa harus ditegakkan, sebab ijazah bukan hanya selembar kertas, melainkan simbol kejujuran dan kehormatan intelektual.

GAMIS Indonesia juga mengingatkan seluruh penegak hukum agar tetap konsisten dalam menjaga marwah institusi kepolisian, serta tidak tunduk pada tekanan politik atau opini publik yang berpotensi menyesatkan arah keadilan.

Penegakan Hukum Adalah Jalan Lurus Menegakkan Martabat Bangsa
Kasus ini menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum di Indonesia. GAMIS Indonesia menegaskan akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas dan memastikan tidak ada bentuk kriminalisasi terhadap para pelapor, saksi, maupun pihak-pihak yang berjuang mengungkap kebenaran.

“Kami percaya langkah Kapolda Metro Jaya akan tercatat sebagai bagian penting dari sejarah keberanian hukum di Indonesia. Ini bukan sekadar soal ijazah, tapi soal kejujuran seorang pemimpin di hadapan rakyatnya,” tegas Jefry Zon S selaku Ketua Dewan Pengarah Gamis Indonesia.

Dengan demikian, GAMIS Indonesia berharap langkah tegas ini dapat menjadi contoh nyata bagi aparat penegak hukum lainnya untuk berani menegakkan kebenaran tanpa pandang bulu, demi menjaga marwah hukum dan moralitas bangsa Indonesia.

Temukan juga kami di Google News.