Jayapura – Calon Gubernur Papua nomor urut 2, Matius D. Fakhiri mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya para pendukungnya, untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi atau real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua terkait hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.

“Kita bersabar. Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang tidak patut, kita tunggu saja pengumuman resmi dari KPU. Kalau nanti ada informasi dari kami, itu hanyalah berdasarkan hitung internal pasangan calon. Saya imbau kepada seluruh pendukung paslon nomor 2, tetap tenang, pantau TPS, dan tunggu hasil akhir secara resmi,” ujar Fakhiri usai mencoblos di TPS 17 Cigombong Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Dalam kesempatan tersebut, Fakhiri yang juga mantan Kapolda Papua hadir bersama sang istri dan Sekretaris Tim Koalisi Papua Cerah, Apedius Mote. Ia menyalurkan hak pilihnya dengan suasana kondusif dan cuaca cerah.

“Saya sangat bersyukur Tuhan memberikan cuaca baik hari ini, ini memudahkan proses demokrasi berjalan lancar. Saya ajak masyarakat Papua yang belum datang, manfaatkan waktu yang ada untuk mencoblos,” serunya.

Sebelum mencoblos, Fakhiri sempat memantau beberapa TPS di wilayah Jayapura dan melihat antusiasme warga cukup tinggi. Ia menilai hal ini sebagai sinyal positif bagi masa depan demokrasi Papua.

“Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi demokrasi dan kemajuan Tanah Papua. PSU ini bisa menjadi momen pembelajaran yang sangat berharga,” ujarnya.

Fakhiri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Papua atas keteguhan mereka mengikuti proses demokrasi meski diwarnai dinamika panjang selama hampir 1,6 tahun.

“Saya mohon maaf jika selama kampanye ada kata atau tindakan dari kami, pendukung, atau tim, yang kurang berkenan. Setelah menyalurkan hak pilih, mari kita kembali sebagai saudara, sebagai keluarga besar Papua,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa apa pun hasil dari PSU ini, semua pihak harus menunjukkan kedewasaan dalam menyikapinya.

“Kalau pun nanti menang, jangan berpesta pora secara berlebihan. Hormati yang lain. Jaga ketertiban, jaga kedamaian. Karena semangat kita adalah Kasih Menembus Perbedaan, dan itu harus terus hidup di antara kita,” tutup Fakhiri.