Jakarta – Dalam rangka mengantisipasi potensi kerawanan menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Baintelkam Polri melakukan kegiatan penggalangan strategis dengan tokoh sentral sektor peternakan nasional, Sdr. Joni Liano, M.Sc., selaku Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO). Kegiatan ini menjadi bagian dari deteksi dini dan koordinasi lapangan terkait ketersediaan hewan kurban, khususnya sapi potong, di tengah merebaknya kembali wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) di sejumlah daerah.
Pertemuan ini digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan hewan kurban, khususnya sapi, akibat merebaknya kembali Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) di sejumlah sentra peternakan di Indonesia. Kedua penyakit ini kembali menjadi ancaman nyata yang tidak hanya mengganggu produktivitas peternakan, tetapi juga menimbulkan hambatan serius dalam distribusi hewan ternak menjelang Idul Adha.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif, Joni Liano menyampaikan sejumlah masukan strategis terkait kondisi aktual di lapangan, termasuk hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha dalam menjamin pasokan sapi kurban tahun ini. Ia menyoroti terbatasnya mobilitas ternak akibat aturan karantina wilayah, belum meratanya vaksinasi hewan, serta tingginya biaya distribusi yang menjadi beban bagi peternak dan konsumen.
“Kami menyambut baik inisiatif Baintelkam Polri yang mau duduk bersama untuk memahami langsung tantangan yang kami hadapi. GAPUSPINDO siap membantu dalam upaya pengawasan, edukasi pelaku usaha, dan pendistribusian ternak yang sehat dan layak kurban,” ujar Joni.
Joni juga memberikan saran agar ke depan pemerintah melalui kepolisian dapat mendorong pemda dan dinas terkait mempercepat distribusi vaksin, memperlonggar aturan karantina bagi ternak sehat yang sudah bersertifikat, dan meningkatkan pengawasan terhadap praktik penjualan hewan kurban yang tidak memenuhi standar kesehatan hewan.
Sementara itu, pihak Baintelkam Polri menegaskan bahwa kegiatan pertemuan ini merupakan bagian dari upaya menyatukan persepsi antara aparat keamanan dan sektor strategis dalam masyarakat. Selain untuk menjamin stabilitas dan kelancaran pelaksanaan ibadah kurban, Polri juga ingin memastikan tidak ada penumpukan gejolak sosial akibat kelangkaan atau lonjakan harga hewan kurban.
Dalam pernyataan penutupnya, Joni Liano menyampaikan harapan agar kerja sama semacam ini dapat menjadi pola tetap, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan jangka panjang sektor peternakan nasional.
“Saya berharap sinergi GAPUSPINDO dan Baintelkam ini tidak berhenti di sini. Ketahanan ternak adalah bagian dari ketahanan pangan nasional, dan pada akhirnya menyangkut stabilitas bangsa. Kami siap menjadi mitra kritis dan solutif,” tegasnya.
GAPUSPINDO juga akan mendorong para anggotanya untuk aktif melaporkan potensi gangguan distribusi dan menyampaikan data kebutuhan riil ke Baintelkam Polri guna membantu proses pengambilan keputusan yang lebih akurat di tingkat pusat maupun daerah.
Dengan terjalinnya komunikasi terbuka antara aparat dan pelaku usaha, publik kini dapat lebih optimis bahwa Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar, khusyuk, dan tetap sesuai syariat hewan kurban yang cukup, sehat, dan aman dikonsumsi.
Sinergi Polri dan GAPUSPINDO: Menjamin Ketersediaan Hewan Kurban Sehat di Tengah Ancaman PMK dan LSD
Temukan juga kami di Google News.

















Tinggalkan Balasan