Jakarta – Sekretaris Jenderal Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Novel Bamukmin menyoroti hasil quick count (hasil hitung cepat) Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Pasalnya, Ahok menang versi hasil hitung cepat yakni sebesar 43 %, disusul Anies – Sandi dan Agus – Sylvi.
Namun, Habib Novel justru mengakui bahwa pemilih lawan calon Gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih banyak dari pemilih Ahok dengan perbandingan 58 % berbanding 42 %.
“Alhamdulillah umat Islam menang 58 %,” tegas Habib Novel hari ini.

Lebih lanjut, Habib Novel memastikan bahwa secara defacto sudah terbukti jika pendukung Ahok sudah kalah jumlah. Dan untuk menghadapi putaran kedua, kata Habib Novel, FPI akan menyatukan suara umat Islam yang 58 % tersebut untuk menggusur suara Ahok.
“Satukan suara umat Islam yang 58 % dengan izin Allah kita gusur Gubernur koruptor dan penista agama,” tuturnya.
Kendati demikian, Habib Novel mengaku belum ada upaya deal-deal an politik dengan kubu Agus Sylvi yang sudah berlapang dada mengakui kekalahannya.
“Wah kalau untuk itu saya belum tahu,” tandasnya.



















Tinggalkan Balasan