Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab angkat suara terkait pelemparan molotov yang diarahkan ke posko dan DPC FPI selama tiga kali. Pelempar molotov oleh orang tak dikenal terjadi di posko DPC FPI Pasar Rebo dan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dan yang terbaru adalah rumah Rumah sekretaris DPW FPI Jakarta Barat, Wawan Gunawan (36 tahun) yang berada di Jalan Raya Meruya Utara, Kelurahan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (8/2) dini hari.

“Tiga kali posko FPI di bom molotov, kami tahu itu provokasi supaya kami marah dan laskar kami bergerak tapi kepada siapa kita marah,” tegas Rizieq, di Masjid Istiqlal hari ini.

Lebih lanjut, Rizieq menghimbau agar umat Islam khususnya aktivis FPI tidak sampai terpancing adanya upaya adu domba. “Kita jangan sampai terpancing dan menjadikan musuh-musuh kita senang karena kita sudah diadu domba. Sampai hari ini, kita minta agar umat Islam jangan terprovokasi jangan terpecah belah,” ucap dia.

Lebih jauh, Rizieq memberikan gambaran yang komprehensif saat berkunjung ke Menkopolhukam Wiranto terkait aksi sebelumnya yang hanya ingin menegakkan hukum agar penista agama dihukum. Dalam aksinya memastikan tidak ada upaya makar dan hanya menginginkan upaya dialog dengan pemerintah.

“Kita tidak ada makar, dari semula kami inginkan dialog. Tapi ada kelompok-kelompok yang ingin menghalangi kami untuk berdialog. Hasil pertemuan dengan Menkopolhukam berkomitmen penegakan hukum tanpa rekayasa, dan berkomitmen bersama ulama untuk menjaga NKRI,” tandasnya.

Temukan juga kami di Google News.