Jakarta – Selain dituding menghina Presiden Jokowi, baru-baru ini heboh pernyataan Pengamat Politik Rocky Gerung yang kontroversial menyinggung gerakan buruh tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh pada 10 Agustus 2023.

Isu ini juga mendapatkan perhatian mengingat ada upaya provokasi kepada buruh agar pada aksinya nanti bisa mengulang sejarah reformasi 98.

“Kita harus lantangkan ini, saya percaya 10 Agustus akan ada kemacetan di jalan tol (demo). Bukan percaya, saya ingin. Lebih baik macet di tol daripada di jalan pikiran. Sejarah menunggu kita, siapa yang dipanggil sejarah untuk mewakafkan waktunya. Tidak ada perubahan tanpa gerakan,” kata Rocky.

Merespons hal tersebut, aktivis Corong Rakyat Hasan menyebut provokasi people power yang selama ini digaungkan oleh para tokoh oposisi mulai dari Mudrich Sangidu dkk berpotensi memicu kegaduhan jelang Pemilu 2024.

“Awalnya gerakan ini memang kurang massif, tapi mereka sengaja tunggangi gerakan buruh yang punya massa besar itu untuk people power. Penumpang gelapnya banyak, jadi harus hati-hati buruh jangan mau ditunggangi,” tegasnya, hari ini.

Dia juga turut menyoroti gerakan people power yang berlangsung di Jakarta, Bandung, dan Semarang pada 7 Juli 2023. Di aksi tersebut disampaikan petisi mosi tidak percaya dan cabut mandat Jokowi.

Gerakan itu dijelaskannya terindikasi oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan didukung oleh beberapa tokoh oposisi, di antaranya Amien Rais, Eggi Sudjana, dan Rizal Ramli.

“Potensi rawan jika ini dibiarkan bisa menjadi besar. Aparat keamanan jangan lengah adanya gerakan ini. Jika tidak redam maka bisa semakin besar dan bisa gaduh di negeri ini. Rakyat Indonesia harus melek dengan gerakan seperti ini,” pungkasnya.

Temukan juga kami di Google News.