Jakarta – Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mendesak kepada aparat kepolisian dan PPATK untuk mengusut asal muasal anggaran yang digunakan oleh kelompok ormas dalam aksi 4 November yang berujung anarkis tersebut. Pasalnya, Boni menduga kuat jika aliran dana untuk menyelenggarakan demo itu berasal dari dana hasil penggarongan selama 10 tahun sebelum Jokowi memimpin Indonesia.
“Mohon kepada aparat kepolisian, berkerjasama dengan PPATK untuk mengusut tuntas aliran-aliran dana ini. Tolong ditelusuri apakah ada dana dari hasil (korupsi) 10 tahun lalu untuk membiayai aksi 411, dan aksi-aksi ke depan sampai lebaran kuda seperti yang dikatakan SBY?,” tegasnya, Jumat (11/11/2016).
Kendati demikian, Boni Hargens menegaskan jika demo 411 sebagai aksi yang sukses. Dia menilai jika lancarnya aksi unjuk rasa tersebut lantaran para ulama dan berbagai elemen bangsa memahami betul betapa pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut, Boni menilai jika apa yang menjadi kegentingan di Indonesia saat ini hanya upaya untuk mendompleng agar salah satu pasangan calon yang merupakan bagian dari keluarga besar Cikeas mampu mulus melenggang menjadi DKI1.
“Aksi 411 kemarin adalah kepentingan 1 orang untuk jadi Gubernur dan mendapat kekuasaan, ini yang tidak bisa ditoleransi. Jadi Konpres 2 November dan aksi 4 November jelas ada korelasinya,” tukasnya.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan