JAKARTA – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kesal dengan ulah prajuritnya menendang motor dikendarai seorang ibu membonceng anak kecil. Sanksi tegas akan diberikan ke anggota yang bertindak sok jagoan di jalan raya.

Panglima meminta maaf atas kejadian tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono.

Namun ulah oknum TNI kembali terjadi dengan melakukan penyerangan ke Polres Jeneponto sehingga mengakibatkan gedung rusak dan Masjid ikut menjadi korban pengerusakan.

Barisan Aktivis Timur (BAT) pun mendesak agar Panglima TNI bisa bertindak tegas untuk menetibkan anak buahnya yang sudah banyak bertindak arogan agar permasalahan TNI-Polri tidak menjalar dan melebar.

Apalagi, kata aktivis BAT Hasan, sebentar lagi musim politik Pemilu 2024 akan digelar. Agar stabilitas nasional bisa terjaga.

“Jika oknum TNI tendang seorang Ibu bonceng anak ditindak tegas, maka oknum prajurit yang serang Polres juga harus di lakukan tindakan tegas, bila perlu pecat. Jangan biarkan mereka merasa kebal hukum dan berlarut-larut masalahnya. Jika ini ada pembiaran maka, Panglima TNI gagal total, dicopot sudah layak,” tegasnya, hari ini.

“Buktikan Panglima TNI bisa tegas,” ujarnya lagi.

Dia pun mengingatkan Panglima TNI saat fit and propert test di Komisi I DPR RI soal sinergitas TNI-Polri.

“Kata Panglima, sinergitas TNI-Polri tidak perlu diragukan, mana buktinya,” ucapnya.

Rentetan kasus penyerangan ke Kantor Polisi, kata dia, harus jadi cambuk bagi Panglima TNI untuk mengevaluasi secara total dan menyeluruh. TNI yang harusnya bisa dicintai oleh rakyat tapi malah berbanding terbalik.

“Ulah oknum TNI ini tidak bisa dibiarkan. Kenapa jadi kantor Polisi yang diserang, bukannya lawan KKB Papua tapi partner kerja justru dihajar. Lakukan tindakan secara tegas, jangan pandang bulu. Kami yakin, jika ini terus terjadi maka dorongan agar TNI diadili langsung di peradilan umum akan terus menguat,” pungkasnya.