Gerakan Save Bati Jabodetabek: Ada Dugaan Penyerobotan Lahan Adat Masyarakat Tanah Bati

Ekonomi5,632 views

Jakarta – Puluhan aktivis asal Maluku yang tergabung dalam Gerakan Save Bati Jabodetabek kembali menggeruduk SKK MIGAS.

Inilah rentetan aksi yang dilakukan oleh gerakan Save Bati Jabodetabek, aksi tersebut terkait dengan adanya penolakan terhadap eksplorasi perusahaan minyak di Tanah Bati, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

“Bati adalah representasi dari tanah-tanah sakral di Maluku jika tanah Bati saja berani diobrak-abrik maka tidak menutup kemungkinan gunung-gunung sakral di tanah Maluku akan dibumi hanguskan untuk kepentingan segelintir orang dalam perkaya diri!!!”

Sehubungan dengan tindakan sewenang-wenang dan penyerobotan lahan adat ditanah adat Bati Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku, yang mana masyarakat telah menolak berkali-kali proses eksplorasi di tanah adat Bati tetapi kemudian oleh perusahaan tidak diindahkan dan lebih mirisnya sasi adat pemalang justru di rusak oleh perusahaan, PT Balam Energy ldt dan BGP Indonesia. Ujar Yani Boufakar, sebagaimana dalam rilis aksi yang terima wartawan, Kamis, (12/10/ 2022)

“Jika kita melihat tindakan perusahaan dengan merusak sasi adat ini artinya Bahwa perusahaan tidak mengindahkan adat istiadat Bahkan sasi yang bagi orang Maluku adalah aturan adat yang sangat sakral dan harus dihormati tetapi justru dianggap sebelah mata.”

Lebih lanjut, mahasiswa asal Tanah Bati ini menegaskan bahwa, perusahaan telah melecehkan harkat dan martabat masyarakat adat tanah Bati dan sekaligus masyarakat Maluku.

“Tanah adat harus dijaga kelestariannya dari pembangunan yang berkedok kesejahteraan masyarakat. Diatas tanah Bati ada sejarah dan peninggalan leluhur yang harus dijaga.”

Yani, kembali tegaskan, bahaw, aksi ini akibat dari kesalahan pihak SKK Migas. Mengingat sudah dua kali Gerakan Save Bati Jabodetabek mengirimkan surat audiensi kepada SKK Migas tetapi direspon hanya sebatas janji manis.

Terakhir dalam rilisnya, Yani, menjelaskan bahwa, aksi ini berangkat dari adanya pertimbangkan pelanggaran HAK Masyarakat Adat Tanah Bati. “Dan ini jalan masuk untuk pemeintah membongkar Mafia Migas yang dimana ada keterlibatan oknum-oknum penguasa yang sengaja berkonspirasi dengan pemerintah pusat dan oligarki Internasional. Tutupnya

Comment