Puluhan warga Kelurahan Pungkur, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar aksi penolakan terhadap aksi prostitusi dari pekerja seks komersil (PSK) yang sering mangkal di sepanjang jalan Dewi Sartika, Bandung.
Perwakilan Remaja Masjid Kelurahab Pungkur, Irman mengatakan aksi penolakan prostitusi itu dilatarbelakangi makin maraknya transaksi esek-esek di tepi jalan raya Dewi Sartika. Didukung pula hotel Arimbi yang ada di Jalan Dewi Sartika menyediakan PSK dan bisa memberikan layanan di hotel tersebut. Para perempuan sundal biasanya menjajakan diri mulai dini hari.
Para penjaja cinta semalam itu sebenarnya sudah lama mangkal di area itu. Aksi warga merupakan akumulasi keresahan, karena mencoreng moreng nama baik Kelurahan Pungkur. Para pelaku penyakit masyarakat juga seakan tidak peduli telah mengganggu ketenangan lingkungan.
“Kami memergoki, menegur bahkan memasang spanduk penolakan. Tapi seperti kucing-kucingan. Kabur lalu balik lagi,” katanya.

Warga juga menyinggung kinerja SATPOL PP Kota Bandung yang dianggap tutup mata terhadap praktek prostitusi tersebut. Warga mengatakan petugas Satpol PP tidak pernah melakukan operasi penertiban maupun patroli di kawasan Jalan Dewi Sartika maupun di Hotel Arimbi tersebut, padahal praktek prostitusi sudah terjadi sejak bertahun tahun yang lalu.
Warga juga meminta tindakan nyata dari Walikota Bandung Yana Mulyana bahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam menyelesaikan masalah prostitusi yang sudah mengakar ini. Para warga siap melakukan pengusiran dan pembubaran sepihak apabila prostitusi tetap marak di Hotel Arimbi dan di Jalan Dewi Sartika. Mereka tak mau hanya menunggu aparat bertindak.














Tinggalkan Balasan