Jakarta – Arius Sapulete, Tokoh Muda Maluku mengapresiasi kerja Direktorat Tindak Pidana Umum dan Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dibawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memang PRESISI.

Arius menilai kasus Brigadir J mengalami kemajuan signifikan. Terkait pencopotan 25 perwira dari jabatannya, termasuk Irjen Ferdy Sambo, hingga di jemput Brimob Kelapa Dua. Proses pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Umum dan tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Sebagai masyarakat biasa, saya berikan apresiasi setinggi – tingginya terhadap kinerja Polri dalam menangani kasus Brigadir J.” ujar Arius Sapulete, saat ditemui, di The Garden, Pondok Indah Mall, bilangan, Jakarta Selatan, Minggu, (07/08/2022).

Sapulete juga mengingatkan masyarakat agar jangan ikut campur terlalu dalam urusan tersebut.

“Tugas kita sebagai rakyat biasa yaterus awasi saja, kalau memang mau berpendapat, ya silakan, tidak ada yang melarang, namun, pendapatnya harus obyektif serta berikan solusi dong.” tegasnya.

Sapulete menyayangkan banyaknya narasi negatif alias provokasi, sebab hal itu akan merusak nama baik serta kerja – kerja Institusi Kepolisian.

” Akhirnya rakyat tidak akan percaya kepada Institusi Polri. Ini bisa merusak citra kepolisian kalau provokasi jalan terus, lalu kapan kasih solusi?” sambungnya.

Sapulete juga mengatakan bahwa kinerja kepolisian terkait kasus ini, sudah sejalan dengan Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan bahwanya semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum alias Equality before the law.

“Kalau kita lihat fakta dalam proses penagganan kasus tersebut, pihak kepolisian sangat menjunjung tinggi asas equality before the law.”

Harapannya, masyarakat mesti menghargai kerja Tim bentukan Polri dan penyidik, mereka kerja maraton hingga kini membuahkan hasil.

“Kalau mereka tidak kerja bagaimana kita tahu 25 orang di mutasi ke Yanma Polri dan Mantan Kadiv Propam di Tahan, penyidik dan penyelidikan bukan kerja simsalabim.” tegasnya.

Terakhir, Sapulete meyakini bahwa pihak kepolisian tetap konsisten dalam menjalankan asas Equality Before the Law dalam membongkar tuntas kasus tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk selalu mendoakan Polri.

” Doakan dan terus berikan apresiasi kepada Institusi Polri, agar terus bekerja membuka fakta-fakta secara terang benderang dan tetap berpegang pada asas Equality Before the Law.” tutupnya.

Temukan juga kami di Google News.